WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Bentuk-Bentuk Pelecehan Seksual (Bag.1): VERBAL

Saat ini kebanyakan orang menganggap bahwa yang bisa disebut sebagai pelecehan seksual adalah jika seseorang mengalaminya secara fisik, padahal pelecehan seksual bisa terjadi bukan hanya melalui kontak fisik saja, secara verbal contohnya.

 

Pelecehan seksual. Kalimat tersebut kerap kali menjadi topik pembicaraan publik di tengah masyarakat, baik di lingkungan sekitar, media sosial, dimanapun. Meskipun demikian, topik tersebut masih saja sering dianggap tabu atau tidak pantas untuk dibicarakan dan jarang mendapatkan perhatian khusus. Padahal sebenarnya topik tersebut sangatlah penting untuk dibahas dan diketahui oleh seluruh masyarakat. Saat ini kebanyakan orang menganggap bahwa yang bisa disebut sebagai pelecehan seksual adalah jika seseorang mengalaminya secara fisik, padahal pelecehan seksual bisa terjadi bukan hanya melalui kontak fisik saja, secara verbal contohnya. Singkatnya, pelecehan seksual bisa dikategorikan menjadi 4 bagian, yaitu: 1. Verbal, 2. Fisik, 3. Visual, 4. Psikologis dan Emosional.

Pada kesempatan kali ini, penulis akan membahas mengenai pelecehan seksual secara verbal. Pelecehan seksual secara verbal merupakan suatu bentuk pelecehan yang dilakukan secara verbal/melalui perkataan. Pelecehan kategori ini termasuk yang sering terjadi di Indonesia, bahkan seluruh dunia. Yang termasuk di dalamnya adalah: 

  1. Catcalling: seperti bersiul, memanggil-manggil, menggoda.
  2. Memberikan komentar secara seksual: seperti mengomentari/membicarakan bagian tubuh pribadi seseorang.
  3. Lelucon berbau seksual: menjadikan hal-hal yang berbau seksual sebagai lelucon.
  4. Menyebarkan rumor tentang aktivitas seksual seseorang.


Set of pink feminist badge vectors Free Vector

Pelecehan kategori ini seringkali tidak disadari oleh korbannya karena bukan merupakan tindakan fisik. Pada praktiknya pun tidak jarang pelaku berasal dari lingkungan sekitar atau bahkan merupakan teman dekat korban itu sendiri, sehingga korban berpikir bahwa itu hanya sebatas ‘sapaan’ atau ‘lelucon’ belaka. Jika kejadian tersebut terjadi pada diri kita sendiri, apa yang harus dilakukan? Sebenarnya, tidak ada cara yang sama dalam menanggapi pelecehan, karena setiap kejadian yang terjadi berbeda bentuknya. Namun yang jelas, jangan mengabaikannya begitu saja, hal lain yang juga penting adalah jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri atas apa yang telah terjadi pada dirimu.

Berikut ini merupakan beberapa cara yang bisa kamu lakukan jika hal tersebut menimpamu:

  1. Jika kamu atau orang di sekitarmu mendapatkan gurauan/lelucon dari orang lain yang berbau seksual, langsung tegur secara tegas dan hentikan orang tersebut. Ungkapkan jika kamu tidak suka diajak bercanda seperti itu, dan katakan bahwa hal tersebut tidak sopan.
  2. Jika kamu mengalami catcalling, jangan memberikan respon yang berlebihan, karena biasanya hal tersebut akan memancing pelaku untuk mengulanginya lagi atau bahkan bertindak yang dapat membahayakan dirimu. Jika kamu merasa gerah dengan perlakuannya, cukup katakan kalimat sederhana namun tegas, contohnya “Hei, nggak sopan banget, sih!” lalu segera tinggalkan tempat tersebut.

Ceritakan hal tersebut kepada seseorang yang kamu percaya seperti teman, keluarga, pasangan.Group of strong women vector Free Vector

 

Suatu sore, seorang perempuan sebut saja S, sedang berjalan di pinggir area kampusnya bersama dengan teman-temannya. Saat itu S sedang membawa minuman di tangannya. Sambil berjalan, S mengaduk-aduk minuman tersebut dengan sedotan yang ada pada gelas minumannya sambil berbincang-bincang dengan teman-temannya. Saat sedang asyik mengobrol, ada salah satu laki-laki yang pada saat itu memang sedang berkumpul bersama teman-temannya di pinggir jalan berkata “Mau dong jadi sedotannya” sambil nyengir memandang ke arahnya. Saat itu, S kaget dan marah dengan perkataan yang barusan didengar dan reflek ia menjawabnya dengan nada tinggi “Nggak sopan banget, sih”. Lantas hal tersebut membuat beberapa orang yang ada di sekitar menoleh ke arahnya, dan si lelaki itu pun tampak terlihat kaget sekaligus malu, ia hanya terdiam dan tertunduk. Bahkan teman-teman yang ada di sekitar laki-laki tersebut pun ikut tertunduk, dan tak lama kemudian mereka pergi meninggalkan tempat tersebut.

 

Businesswoman with shadow superhero Premium Vector

Memang terkadang perlakuan tersebut harus diberi pelajaran yang tegas agar pelaku sadar bahwa apa yang dilakukan itu adalah tindakan yang salah. Pelaku pelecehan seksual verbal atau catcalling juga bisa dilaporkan jika hal tersebut memang diperlukan. Hal tersebut diatur dalam Pasal 315 KUHP yang mengatur tentang penghinaan ringan, selain itu ada juga Pasal 281 KUHP yang mengatur tentang merusak kesopanan di muka umum, dan Pasal 35 UU Pornografi. Pasal-pasal tersebut biasanya digunakan untuk perkara perbuatan catcalling. Nah, karena kejadian tersebut bisa menimpa siapa pun, kapan pun dan dimanapun, jadi harus selalu waspada dan jangan sampai lengah, selalu jaga diri dan juga lingkungan sekitar ya Sunners!

 

Oleh: Elfrida Sakti

Leave A Comment