WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Be Careful, “Red Flag” Ada di Sekitar Kita!

“Kayak udang di balik batu aja nih orang. Awalnya traktir makan mie ayam, merayakan pertemanan, eh ternyata minta PRnya dikerjain dengan alasan teman harus saling membantu. Hmmmm…”

Cerita di atas relate banget sama cerita hidup kamu Sunners?

Hal di atas merupakan salah satu bentuk “red flag” dalam sebuah relasi. Tapi apa sih “red flag” itu?

Menurut Louisiana Delta Community College, “red flag” adalah perilaku yang meragukan, mencurigakan, atau dianggap tidak pantas menurut ukuran moral dan nilai-nilai yang berlaku di kehidupan sosial. Dalam dunia pendidikan, perilaku “red flag” dapat ditampilkan melalui gaya berpenampilan, ungkapan secara lisan atau tulisan, atau tindakan tertentu lainnya.

Sunners bisa cek nih, contoh di bawah ini adalah bentuk “red flag” yang mungkin pernah orang lain atau mungkin kamu lakukan secara sengaja maupun tidak:

  • Perilaku yang secara teratur mengganggu proses belajar mengajar atau bekerja dalam kelompok;
  • Mengubah hasil kesepakatan dalam kerja kelompok atau organisasi tanpa landasan yang jelas;
  • Bertutur kata manipulatif yang dilakukan secara intens untuk mengontrol orang lain sesuai dengan yang diinginkan;
  • Reaksi berlebihan terhadap keadaan;
  • Manajemen emosi yang tidak terkontrol;
  • Kerap merendahkan dan menghina orang lain dari berbagai aspek;
  • Melakukan kekerasan secara tindakan maupun ucapan;
  • Mengancam secara langsung maupun tidak langsung, baik dalam lisan atau tulisan;
  • Mendukung atau menormalisasi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh orang lain;
  • Tidak mempersiapkan diri untuk pelaksanaan tugas individu/kelompok;
  • Tidak toleran terhadap pendapat orang lain;
  • Tidak toleran terhadap keterbatasan kemampuan orang lain;
  • Perilaku yang terlalu agresif terhadap orang lain.

Sunners perlu untuk mengidentifikasi potensi perilaku “red flag” dalam lingkungan pergaulanmu, termasuk di lingkungan sekolah/kampus. Terkadang pelaku tindakan “red flag” sendiri juga tidak sadar bahwa perilakunya patut dipertanyakan atau dianggap tidak pantas, bahkan tidak sedikit pelaku “red flag” merasa bangga akan perbuatannya.

Jika Sunners menjadi korban “red flag”, carilah pertolongan kepada orang yang kamu percaya, entah itu orang tua, wali kelas/wali dosen, sahabat di kampusmu atau tenaga ahli yang kamu butuhkan. Sampaikan tindakan yang kamu terima dan mintalah bantuan untuk memberikan teguran kepada pelaku “red flag” tersebut. Sunners pun juga dapat membatasi ruang komunikasi dengan pelaku “red flag” tersebut, dengan cara menghindar atau mengabaikannya.

Jika Sunners pernah atau masih intens melakukan tindakan “red flag”, maka sebaiknya kamu melakukan konseling ke psikolog atau konselor yang ada di kampus. Yakinlah bahwa setiap manusia punya kesempatan untuk mengubah diri ke arah yang lebih baik, termasuk pelaku “red flag”. Dengan sesi konseling, kita akan mencari akar penyebab perilaku kita dan memulai kebiasaan-kebiasaan baru untuk mengubahnya.

Yuk Sunners perlahan tapi pasti, kita bentuk lingkungan kita agar jauh dari tindakan “red flag”. Jadilah teman yang saling mendukung satu sama lain dan menjadi lebih baik!

Leave A Comment