Majalah Sunday

Bandwagon Effect, Kamu Pasti Pernah Ngalamin!

Penulis: Afindi Ranika Dewi – UNJ

Sunners, kamu pernah ikut ekskul atau les karena semua temanmu begitu? Pernah suka suatu penyanyi yang lagi tenar biar obrolan bareng gengmu nyambung? Pernah ikut-ikutan nonton film yang terkenal kayak Marvel walaupun kamu nggak ngikutin serialnya dari awal? Nah, ini tanda kalau kamu lagi ngalamin bandwagon effect!

Bandwagon effect adalah fenomena psikologi di mana seseorang melakukan sesuatu hanya karena banyak orang lain yang ngelakuin itu, padahal perilaku tersebut kadang bertentangan dengan minat dan prinsipnya. Istilah ini awalnya lebih akrab terdengar di situasi politik, tapi juga umum ditemukan dalam perilaku konsumen.

Sebagai anak muda, sadar nggak sadar kamu pasti pernah mengalami bandwagon effect, apalagi dengan kemudahan komunikasi lewat sosial media. Kamu bisa dengan gampang menemukan kehebohan tentang film dan artis apa yang lagi tren, makanan apa yang banyak dicoba, elektronik apa yang lagi banyak dipakai, bahkan sampai konser siapa yang akan segera digelar. Segala kemudahan itu membuat kita jadi lebih rentan untuk terpengaruh opini publik dan easily jump into the bandwagon tanpa betul-betul mikirin kebutuhan sebenarnya.

Kenapa sih bandwagon effect bisa terjadi?

Apa penyebab munculnya bandwagon effect?

Fenomena ini muncul karena keinginan natural manusia, pict by freepik.com

Bandwagon effect muncul karena dampak psikologi dan kehidupan sosial. Manusia memang secara natural pengin punya kelompok dan bisa diterima. Karena itu, kalau kita nyelarasin cara orang lain ngelakuin sesuatu, kita jadi merasa lebih ‘masuk’ dan diterima. Manusia juga senang jadi bagian dari kelompok mayoritas dan nunjukin jati diri sosial mereka. Jadi, buat nunjukin itu, mereka ikutan gaya hidup dan perilaku kelompok di sekitarnya, lama-lama perilaku itu jadi keliatan keren dan wajar gara-gara sering lihat dan dilakuin terus-menerus.

Gampangnya, bandwagon effect terjadi karena hal-hal berikut.

  1. Pemikiran bahwa akan jauh lebih mudah bergaul jika punya minat yang sama dengan orang-orang di sekitarnya (groupthink)
  2. Ingin diterima di sebuah lingkaran sosial. Faktor ini erat banget hubungannya dengan Fear Of Missing Out atau FOMO yang pasti lebih akrab di telingamu.
  3. Takut dikucilkan atau ‘nggak diajak’ oleh kelompok sosialnya.

Gimana ya cara ngehindarinnya?

Cara menghindari bandwagon effect

Yuk, coba lebih menahan diri! pict by freepik.com

Bandwagon effect berdampak positif kalau kamu mengikuti tren seperti hidup sehat, trik belajar, atau investasi. Tapi salah-salah, kamu malah jadi orang yang konsumtif atau melenceng dari nilai moral karena terlalu gampang kebawa arus. Oleh karena itu, kamu perlu tau caranya ‘ngerem’ diri. Coba ikutin tips ini!

  1. Jadilah kritis. Saat ada suatu tren muncul dan kamu udah gemes banget pengin ikutan, coba dipikir lagi. Apa kamu betul-betul perlu atau cuma ikut-ikutan aja?
  2. Jangan buru-buru memutuskan. Pertimbangkan dengan benar bahkan sampai ke dampak positif dan negatifnya.
  3. Jangan maksain diri buat gabung di satu kelompok. Cari kelompok yang benar-benar cocok sama kamu, baik gaya hidup maupun perilakunya. Jadi kamu nggak perlu ngubah apa-apa cuma demi gabung dengan mereka.

Bandwagon effect memang nggak bisa sepenuhnya dihindari, apalagi sama anak muda kayak kita yang lagi seneng-senengnya bergaul. Jadi nggak apa-apa kok kalau sekali-kali kamu ikut arus, selama kamu happy dan nggak merugikan siapa pun. Be wise ya, Sunners!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 116
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?