WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Atasi Orang-orang Toxic Dengan Tips Ini

Bagi sebagian orang, berinteraksi dan menjalin hubungan serta kerjasama dengan banyak orang memang mengasyikkan. Tapi, coba bayangkan, kalau orang-orang di sekitar kamu lumayan atau bahkan toxic banget. Jadi ga seru lagi, kan? Apa kamu salah satunya yang relate sama situasi ini, Sunners? Kalau iya, jangan berhenti baca artikel ini, ya. Karena artikel ini akan memberimu tips untuk mengatasi lingkungan yang toxic.

 

  1. Tak usah ikut bergosip

 

Kadang kalau lagi seru-serunya bercanda bisa sedikit memberikan rasa senang buat kita. Tapi, kalau lingkungan kamu mulai beralih topik untuk ghibah, apalagi gibahin satu sama lain, kamu tidak perlu ikut-ikutan, Sunners. Kamu harus membatasi diri kamu, atau segera alihkan topik pembicaraan. Karena kalau kamu ikut masuk ke dalam perbincangan itu, kamu akan terseret ke dalam masalah juga, Sunners.

 

  1. Cari lingkungan baru untuk berbagi keluh kesah

 

Karena lingkungan kamu yang toxic, ada baiknya kamu gak ceritain masalah pribadi kamu ke mereka. Bisa jadi, kisah kehidupanmu bakal jadi bahan gosip berikutnya. Sebaiknya, kamu mencari lingkaran perteman di luar lingkungan kamu yang toxic itu untuk saling berbagi keluh kesah, Sunners. Dengan begitu, kamu bisa mengeluarkan emosi dan beban yang selama ini kamu rasakan.

 

  1. Jangan dijauhi

 

Benar, Sunners. Kamu gak salah baca kok. Kenapa gak perlu dijauhi? Suatu saat, kamu akan butuh bantuan mereka juga. Cobalah untuk berteman seperti biasa, jika mereka mulai aneh-aneh seperti poin pertama, kamu cukup diam dan tidak ikut-ikutan ya, Sunners.

 

  1. Perkuat self-control

 

Ini juga penting kamu lakukan untuk mengatasi lingkungan yang toxic. Sekuat apapun mereka mempengaruhimu, kalau kamu punya sel-control yang baik, kamu tidak akan terbawa arus dengan mudah. Buatlah batasanmu sendiri agar kamu terhindar dari orang-orang toxic di sekitarmu.

 

Demikianlah tips agar kamu dapat terhindar dari manusia-manusia toxic. Semoga membantu, Sunners.

 

Penulis: Melania Seventina, Universitas Kristen Indonesia

Leave A Comment