Majalah Sunday

Asal-Usul Bulan Bahasa

Penulis: Diana Abdillah – Universitas Negeri Jakarta
Editor: Abdul Aziz -UNJ

Hi, Sunners !

Tidak terasa kita sudah berada di pertengahan bulan Oktober, nih. Tahukah kalian ada apa di bulan Oktober? Para pegiat literasi pasti tidak menerka-nerka lagi, karena bulan ini adalah bulan mereka. Ya, bulan Oktober merupakan Bulan Bahasa. Pada bulan ini, berbagai elemen yang bergelut di bidang bahasa turut merayakan dengan mengadakan perlombaan atau seminar terkait bulan Bahasa. Namun sejarah atau asal-usul ditetapkannya bulan bahasa di bulan Oktober tidak diketahui oleh kebanyakan orang.

Sebagaimana kita pahami, bahasa merupakan suatu alat yang utama untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Perbedaan suku dan tersebarnya rakyat di berbagai daerah juga mempengaruhi jumlah bahasa yang ada di Indonesia. Dilansir dari situs Badan Bahasa, Peta Bahasa Negara Republik Indonesia (2008) menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 422 bahasa daerah. Karena perbedaan bahasa dari suatu daerah dengan daerah lain inilah yang melatarbelakangi adanya Bahasa Nasional, yaitu Bahasa Indonesia. Selain menjadi identitas negara, bahasa Indonesia juga menjadi pemersatu bangsa. Melalui bahasa Indonesia rakyat yang berbeda suku dan bahasa daerah pun bisa berkomunikasi dengan baik ketika berada di luar daerahnya. Lalu apa yang melatarbelakangi bulan Oktober dipilih menjadi bulan Bahasa?

Asal-usul Bulan Bahasa lahir dari sejarah bangsa Indonesia. Jauh sebelum bangsa Indonesia merdeka, ada suatu peristiwa yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Peristiwa tersebut adalah pembacaan ikrar Sumpah Pemuda. Ikrar Sumpah Pemuda merupakan hasil dari pemikiran Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPI) setelah melakukan kongres sebanyak tiga kali. Kongres Pemuda II sesi pertama pada tanggal 27 Oktober 1928 di Katholieke Jongenlingen Bond, Lapangan Banteng, menghasilkan gagasan Muhammad Jamin bahwasannya sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan menjadi faktor untuk memperkuat persatuan bangsa Indonesia. Pada sesi kedua dan ketiga yang dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 1928 menghasilkan tiga sumpah yang diikrarkan oleh para pemuda, yaitu Sumpah Pemuda.

Pertama, Kami Putra-Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kedua, Kami Putra-Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga, Kami Putra-Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Karena sejarah mencatat peristiwa tersebut terjadi di bulan Oktober, maka peristiwa tersebutlah yang menjadi latar belakang adanya Bulan Bahasa. Dalam ikrar ketiga, disebutkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, saat itulah ditetapkan bahwa bangsa Indonesia memiliki bahasa nasional yang dapat digunakan oleh seluruh warga negara Indonesia.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, tips belajar dan cerita cinta hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1,164
Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?