WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

3 Pelajaran Berharga Novel The Alchemist, Para Pengejar Mimpi Wajib Tahu!

 

Siapa yang tidak mengenal Paulo Coelho, novelis kenamaan Brazil yang karya-karyanya paling banyak dibaca di dunia.

Salah satu karya Paulo Coelho yang kondang yaitu The Alchemist. Novel ini telah terjual 150 juta copy di seluruh dunia, loh!

Nah, buat kamu yang sedang berjuang meraih impian, simak sampai habis tiga pelajaran berharga novel The Alchemist ini.

  • Tiap orang bisa mewujudkan mimpinya kapan saja

Sunners, novel The Alchemist ini bercerita tentang seorang anak lelaki yang memilih hidup sebagai penggembala. Suatu hari seorang lelaki tua bertanya, mengapa ia memilih menjadi penggembala. Setelah mendengar jawaban sang anak, lelaki tua menunjukkan kisah seorang tukang roti. 

“Ketika masih kanak-kanak, orang itu juga ingin berkelana. Tapi dia memutuskan pertama-tama akan membuat toko roti, lalu mengumpulkan uang. Nanti, kalau sudah tua, dia ingin bepergian selama sebulan ke Afrika. Dia tidak menyadari, orang bisa melaksanakan impiannya kapan saya.” (33)

Si anak gembala berpendapat, seharusnya dulu tukang roti langsung memutuskan menjadi gembala saja. Namun pada kenyataannya menjadi tukang roti lebih dihargai ketimbang penggembala.

Kebanyakan orang akan memilih sesuatu yang lebih dihargai secara sosial. Mereka lebih memilih mempertaruhkan impian. Hanya sedikit orang yang berani mewujudkan mimpinya sedini mungkin.

  • Kejar cita-citamu, tapi jangan lupa bahagia

Hanya sedikit orang yang benar-benar tahu apa yang mereka inginkan. Sebagian lagi dikekang tatanan sosial hingga tidak menyadari apa yang benar-benar disukai. Lalu mereka mengeluh tidak bahagia. Dalam novel ini ada satu cerita tentang rahasia kebahagiaan.

Diceritakan, ada seorang anak pemilik toko disuruh ayahnya mencari rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana di dunia. Hari itu orang bijak tidak punya waktu untuk menjelaskan rahasia kebijaksanaan. Dia menyarankan agar si anak berkeliling istananya dan kembali lagi setelah dua jam. Dia juga memberi tugas, agar si anak berkeliling sambil membawa dua tetes minyak di sendok.

Setelah dua jam, anak itu kembali. Ketika orang bijak bertanya keindahan apa saja yang dia temukan di istana, anak itu tidak bisa menjawab. Dia terlalu fokus pada minyaknya. Orang bijak menyuruh si anak berkeliling lagi. Setelah dia kembali, dia justru kehilangan semua minyaknya.

Orang bijak berkata, “Nah, hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan untukmu. Rahasia kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan di dunia ini, tanpa melupakan tetes-tetes air di sendokmu.” (45)

  • Jangan kalah dengan rasa takut

Untuk mulai mengejar impian pasti ada saja rasa khawatir. Khawatir gagal, khawatir kehilangan apa yang sudah dimiliki, atau khawatir tidak diterima secara sosial.   Akhirnya kamu kalah dengan rasa takutmu sendiri.

“Sebab yang menahanmu di oasis adalah rasa takutmu sendiri, kalau-kalau kau tidak kembali. Dan pada titik itu, pertanda-pertanda akan menunjukkan padamu bahwa harta karunmu telah terkubur selama-lamanya.” (156)

Jadi, bukan orang lain, uang, atau masalah eksternal lainnya yang menghambat impianmu. Ketakutan dalam pikiran kamulah yang membatasi untuk maju. 

“Dalam usahanya mengejar impian itu, ada-ada saja cobaan yang dialaminya untuk menguji keteguhan hati serta keberaniannya.” (117)

 

Buat kamu yang sedang berjuang meraih mimpi, percaya segala yang sudah terjadi adalah yang terbaik. Rasa marah, lelah, kecewa, dilema yang kamu rasakan adalah teman yang akan mendewasakanmu. Mereka akan menjadikanmu seorang yang tangguh. 

Btw, biar lebih afdol yang belum baca novel ini, sok mangga. Masih banyak lagi pelajaran berharga dari kisah pengembaraan spiritual si anak gembala. Novel ini tersedia gratis di ipusnas. Di google ada ebooknya, tapi ceritanya tidak lengkap. Selamat membaca. Selamat menemukan harta karun lainnya.

 

Hikmah Ovita

Universitas Negeri Jakarta

Leave A Comment