WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Mending Mana: Fokus Sekolah atau Sekolah Sambil Kerja Sampingan?

Pada aktivitas sehari-hari, kita seringkali membandingkan apa yang ada dalam diri kita dengan orang lain.

 

Tidak senang jika melihat orang senang dan senang melihat orang lain bersedih. Hanya sedikit dari kita yang tidak mau sibuk membandingkan diri sendiri dengan sesama. Begitu juga dalam hal belajar, mungkin kita menganggap bahwa belajar itu hanya di sekolah saja, namun sebenarnya tidak. Belajar itu sangat luas cakupanya, apa pun yang kita lakukan baik sedang tidur maupun beraktivitas, hal tersebut dapat disebut belajar. 

Kalau semuanya disebut belajar, berarti kita tidak perlu sekolah donk? Nah…jawabanya sederhana, kita ke sekolah untuk menambah pelajaran yang sudah kita punya atau menambah wawasan ilmu pengetahuan dalam lingkungan sosial, maka dampaknya kita menjadi orang yang pintar, cerdas, dan rajin. Lalu, apa dampaknya bila kita belajar sembari kerja atau fokus belajar? Mau tau jawabanya, yuk…lanjut membaca di bawah ini.

Dampak belajar sembari kerja

Dampak yang paling menonjol dari belajar sembari kerja adalah menguras dengan cepat energi yang ada dalam dirimu. Memang orang akan mengagumi kamu karena banyaknya pekerjaan dapat kamu lakukan, namun hasil yang diperoleh kurang memuaskan karena tergesa-gesa. Biasanya juga cepat mengalami kelelahan hingga dapat menyebabkan stres karena kurang istirahat. Selain itu, orang-orang yang belajar sembari kerja bisa jadi kehilangan sebagian momen masa remaja, seperti nongkrong bareng teman atau cari pacar.

Dampak fokus belajar

Mungkin terlintas di kepala kamu bahwa orang yang fokus belajar pastinya memiliki dampak yang baik seperti dia pasti pintar, cerdas, rajin, konsisten, bertanggung jawab, dan banyak lagi. Seolah-olah hal-hal yang berbau positif dimiliki dan hanya ditujukan bagi mereka yang fokus belajar. Lalu apa dampak selain daripada itu? Dampaknya adalah kebalikan dari fokus itu sendiri, mengapa demikian? Alasanya, orang-orang yang seperti ini sangat mudah terjebak pada sifat yang terlalu fokus pada dirinya sendiri, atau terlalu fokus di satu hal saja; karena mereka benar-benar mendalami apa yang ia pelajari sehingga ia tidak dapat fokus atau tidak melihat rekannya. Dikhawatirkan, terjadi fenomena yang namanya ‘pinter buku’ – yaitu orang yang sangat berprestasi secara akademis namun saat terjun ke dunia kerja, nggak siap untuk berkomunikasi dalam tim, menghadapi orang yang sifatnya berbeda-beda, dll.

Kita perlu memahami bahwa segala sesuatu yang kita perbuat, entah itu baik atau buruk, semuanya akan kita alami dan hadapi. Dalam dunia ini tidak ada yang permanen, pada masanya akan mengalami perubahan, sehingga dampak apa pun yang kita perbuat akan menjadi kebaikan dan kepastian yang permanen hanya atas kehendak Sang pencipta.

Penulis: Tomi

Universitas Kristen Indonesia

Leave A Comment