WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Yuk Cari Tahu Dampak Labeling Pada Perempuan

Sunners, kalian pernah dengar kalimat-kalimat seperti ini tidak:

  • “Cewek kok pulangnya malem-malem, pasti cewek gak baik.”
  • “Cewek kalo banyak temen cowok berarti cewek gak bener.”
  • “Cewek tuh harusnya alim, gak boleh blak-blakan kalau ngomong.”
  • “Cewek gak perlu sekolah tinggi-tinggi, nanti juga jadi ibu rumah tangga.”
  • “Cewek itu kayak sampah kalau sudah rusak.” 

Nah kata-kata seperti ini merupakan suatu label yang biasanya diberikan kepada seorang perempuan. Apakah kalian pernah mengucapkan atau mendengar kalimat-kalimat seperti di atas? Apa yang dimaksud dengan labeling dan apa sih dampaknya untuk kesehatan mental seseorang? Mari kita simak berikut ini!

Labeling merupakan suatu tindakan dengan memberikan cap atau istilah kepada seseorang yang dilakukan berdasarkan perilaku seseorang dalam satu waktu. Labeling memiliki dua jenis, ada yang positif dan juga negatif. Labeling positif merupakan pemberian kalimat-kalimat yang mengandung hal baik seperti “cewek itu cantik deh” dan sebaliknya, labeling negatif merupakan pemberian kalimat-kalimat yang mengandung hal buruk seperti “cewek itu tidak berguna deh”. 

Perlu dipahami bahwa melontarkan labeling dapat berpengaruh loh terhadap kesehatan mental orang tersebut. Yuk kita cari tahu apa dampak labeling bagi kesehatan mental seseorang di bawah ini:

  • Mempengaruhi rasa percaya diri seseorang menjadi rendah. Labeling negatif yang diberikan kepada seseorang dapat memberikan dampak negatif seperti kehilangan rasa percaya diri. Contohnya jika perempuan dibilang masakannya tidak enak maka bisa jadi ia di cap tidak bisa masak, hal ini bisa saja membuat seseorang menjadi kehilangan keberanian dan rasa percaya diri untuk memasak.
  • Munculnya perasaan ditolak. Pemberian labeling negatif kepada perempuan dapat membuat seseorang cenderung merasa bahwa dirinya akan ditolak oleh suatu kelompok atau lingkungan. Seseorang yang mengalami perasaan ditolak biasanya akan menutup diri terhadap lingkungan luar dan merasa insecure.
  • Merasa dirinya tidak berharga. Pada saat adanya labeling negatif terhadap seseorang seperti misalnya, “ih sudah rusak, ga akan ada yang mau.” hal ini membuat seseorang menjadi merasa tidak berharga dan tidak akan ada yang mau dengannya. Terkadang label yang diberikan seseorang kepada orang lain dapat membuat orang tersebut merasa julukan yang diberikan merupakan kenyataan yang memang harus diterima olehnya.
  • Dapat membuat seseorang mengurung diri dari kehidupan sosial. Seseorang yang diberikan label negatif dapat merasakan berbagai emosi negatif sehingga ia akan memilih menghindar dari kehidupan sosial untuk melindungi dirinya sendiri dari berbagai hal yang mungkin dapat terjadi.

Melakukan labeling pada seseorang dengan konteks negatif adalah suatu tindakan yang kurang baik karena dapat memberikan dampak negatif terhadap seseorang yang diberikan label. Sebenarnya perempuan kerap kali diberikan labeling negatif oleh sebagian masyarakat, misalnya seperti perempuan itu lemah. Mungkin seringkali  kita dengar istilah women support women tetapi sebenarnya banyak sekali perempuan yang malah melontarkan kata-kata negatif ke perempuan lain juga, maka dari itu sebaiknya kita sebagai sesama manusia harus benar-benar saling memberikan support kepada satu sama lain dan berhenti melontarkan kata-kata dan memberi julukan negatif atau buruk kepada orang lain. R.A Kartini telah memperjuangkan emansipasi wanita, maka dari itu kita sebagai perempuan harus percaya diri, berani untuk maju dalam berkarir, berkarya dan jangan berpatok pada labeling yang diberikan kepada perempuan.

Gimana sunners? Kalian sudah paham tentang apa itu labeling dan dampaknya bukan? Yuk, kita sama-sama lebih berhati-hati dan menjaga kata-kata yang akan keluar dari mulut kita. Walaupun kita merasa cap yang kita berikan kepada orang lain bukan lah suatu hal yang buruk atau hanya sekedar candaan saja tetapi kita tidak akan tahu apa yang dirasakan oleh orang yang kita beri julukan tersebut. Jika kamu sendiri merasakan dampak negatif dari labeling untuk kesehatan mental kamu, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke psikiater ya sunners!

 

Penulis : Noviyanti Setia Putri – Universitas Tarumanagara 

Leave A Comment