WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Trust Issue: Bekas Luka Dari Masa Lalu dan Cara Mengobatinya

Sumber gambar : Freepik.com

Hello Sunners! Kalian pernah nggak sih ngerasain, ketika punya pasangan atau mungkin kalian pernah disakiti sama orang lain. Dikhianati dan dibohongi oleh orang yang kita percaya banget.

Dan ini bisa dilakuin sama siapapun, mungkin sama orang tua, pacar, sahabat, atau rekan kerja. Mungkin banyak dari kita yang mungkin pernah ngerasain kejadian yang bikin kita malah jadi susah percaya orang. Mungkin kalau kalian pernah ngerasain pasti rasanya sakit banget. Ketika kalian sudah percaya sama orang, eh tapi malah dikhianati. Kita yang udah menginvestasikan waktu dan tenaga malah dikecewain.

Sampai akhirnya, kadang kita juga merasa capek dan memutuskan buat nggak percaya lagi. Kalau kalian pernah atau sedang mengalami keadaan tersebut ini ada beberapa tipsnya untuk kalian mempelajari agar lebih mengikhlaskan dan mudah untuk percaya sama orang lagi walau berat rasanya, ketika lebih mudah untuk dicoba kenapa tidak.

Jadi, apa sih trust issue itu?

Simpelnya, trust issue itu seorang yang sudah tidak percaya sama orang lain. Orang yang punya trust issue cenderung punya pandangan yang pesimistis terhadap manusia. Seperti, mereka selalu beranggapan bahwa orang punya niatan buruk sama dia. Meskipun pada realitanya, sebenarnya ya orang tuh nggak selalu punya niatan buruk sama kalian.

Kenapa orang bisa trust issue?

Nah, biasanya, penderita trust issue itu punya pengalaman yang kurang menyenangkan sebelumnya. Atau, bisa jadi trust issue-nya disebabkan oleh rasa takut dan trauma.

Ciri-ciri orang yang mempunyai trust issue ada di artikel Majalah Sunday https://majalahsunday.com/5-tanda-kamu-punya-trust-issue/ kalau kalian ingin lebih tahu dalam dibaca aja.

Cara untuk mengobatinya :

 

  • Pertama, refleksikan pengalaman buruk dan belajar mengikhlaskannya

 

Pasti sakit rasanya mengalami masalah ketika orang memperlakukan kalian dengan buruk. Wajar banget buat kalian untuk marah, sedih, dan jadinya gak percaya lagi sama orang. Tapi, sekali lagi, masalah itu sudah terjadi. Dan ketika itu sudah terjadi, mau mengutuk orang yang melakukannya terus-terusan juga nggak baik buat diri sendiri

Pada akhirnya, memang peristiwa/masalah itu perlu kita ikhlaskan. Kalian boleh marah dan sedih, tapi jangan berlarut-larut. Terimalah kekesalan yang kalian rasakan sebagai hal yang manusiawi. Setelah itu, ikhlaskanlah beberapa masalah tersebut. Memang berat sih, tapi ini adalah step awal yang penting. Supaya kita nggak dipenuhi dengan kebencian, rasa pengen balas dendam, dan berbagai perasaan negatif. Terima masa lalu kalian, dan sambut masa depan yang pastinya bakal penuh dengan hal-hal menarik lainnya yang bakal kalian jalanin.

 

  • Kedua, move on

 

Lakukan hal yang kalian suka, kenalan sama orang baru, jalani hobi baru, pergi liburan, nongkrong sama temen. Banyak hal yang selama ini mungkin nggak sempet kalian lakuin. Dan cara move on paling ampuh: lakukan itu sekarang, apapun itu. Coba fokuskan diri kalian ke masa depan, dibandingkan ke masa lalu. Kalau bisa memaafkan dan berdamai dengan keadaan.

 

  • Terakhir, belajarlah dari pengalaman.

 

Mungkin setelah kejadian itu akhirnya kita tersadar bahwa kita pernah berbuat kesalahan, entah percaya dengan orang yang salah, komunikasi yang negatif, dsb. Balik lagi ke poin sebelumnya. Jadikan kesalahan yang kalian perbuat sebagai sarana untuk introspeksi dan evaluasi diri. Sambutlah masa depan dengan excited. Tapi inget buat gak berekspektasi terlalu banyak. Kalau tujuannya tercapai, ya kalian bersyukur, kalau nggak, terima dan kembali lanjutkan hidup.

Penulis : Zahara Salsabila | PoliMedia

Leave A Comment