WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Toxic People vs Positive People: Kamu di Komunitas yang Mana?

Tahukah kalian bahwa lingkungan atau orang-orang di sekitar kita dapat mempengaruhi hidup kita loh. Dari segi pergaulan, kebiasaan, etika, tata cara berbicara, sampai perbuatan kita akan terpengaruh.

Nah, apakah lingkungan sekitar kita termasuk dalam orang-orang yang positif? Atau malah membuat hal-hal negatif yang membuat kita terjerumus negatif juga? Sebelum kita bahas lebih lanjut, di sini akan dijelaskan terlebih dahulu, apa sih definisi toxic people dan positive people itu?

Toxic People adalah seseorang atau beberapa orang yang membawa pengaruh negatif untuk orang lain, termasuk diri kita sendiri, apabila kita tidak bijak dalam memilih teman, maka kita akan bisa terjerumus dan terbawa arus toxic people tersebut. Seperti apa contohnya? Nanti akan dibahas di bawah dan lebih lanjut.

Positive People adalah kebalikan dari si toxic people, dia adalah sosok yang membawa pengaruh positif pada orang lain, yang bisa membangun orang lain dan memberi motivasi pada orang lain sehingga orang lain melakukan hal yang positif juga.

Nah, untuk mendukung topik artikel ini, aku sudah melakukan survey mengenai pengalaman pribadi orang-orang terkait topik ini. Check this out!

Berdasarkan hasil survey, sebagian besar mereka mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar mereka, namun hanya sebagian kecil yang tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya, ya mungkin saja dia yang tidak mudah terpengaruh lebih bisa menjadi diri sendiri, tanpa harus mengikuti style orang lain. Karena memang banyak orang sekarang, khususnya anak remaja yang ingin seperti orang lain yang menurut dia ‘wah’ agar terlihat hits atau lebih gaul, padahal itu belum tentu hal yang positif. Itulah pentingnya agar berhati-hati dalam bergaul dan memilih teman. Jadi bagi kalian yang masih mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, kalian masih bisa belajar untuk bijak dan mengambil tindakan tegas pada orang-orang yang membawa dampak negatif bagi kalian.

Hal toxic apa yang kalian alami pada temanmu? Berikut adalah hasil atau respon yang dijawab oleh beberapa orang pada survey yang aku lakukan, serta aku beri sedikit penjelasan dan analisaku ya.

1. Never respect with others : Menurutku, seseorang ini bersifat seperti tidak bisa menghargai orang, seperti tidak hormat pada orang yang lebih tua dalam berperilaku dan bertutur kata.
2. Always criticizing other people: Ini lebih kepada istilah “don’t judge by the cover” yang selalu mengkritik orang lain dari luar nya, dan dia selalu ngomongin orang yang mungkin dia belum kenal sama sekali, tetapi menilai yang buruk-buruk.
3. Dugem : Nah, ini banyak anak remaja sekarang yang terpengaruh dengan hal-hal duniawi, seperti dugem atau clubbing di tengah malam, yang tidak baik dilakukan pada anak remaja yang masih di bangku sekolah, apalagi untuk anak perempuan. Dan menurut mereka dengan melakukan hal ini, mereka ingin terlihat sangat gaul, asik, hits, kekinian, dan sebagainya.
4. Berkata kasar, membuat pesimis, meremehkan : Hal yang satu ini dapat membuat mental seseorang menjadi down dan tidak bisa berkembang nantinya.
5. Kata-kata kotor : Ini sama halnya juga seperti termasuk berkata kasar, terlihat tidak ada etika, seperti tidak berpendidikan padahal dia disekolahin tinggi oleh orang tuanya, namun mulutnya seperti tidak disekolahkan.
6. Ketika kita berkumpul bersama teman seharusnya kita menjadi tempat rindu untuk mereka, tetapi ini nggak mereka malah membicarakan masalah mereka ketika sedang berkumpul bersama-sama : Hmm, mungkin ini lebih termasuk pada sifat egois, yang tiba-tiba seakan-akan dia ingin lebih diperhatikan daripada membicarakan masalah pertemanan mereka.

 

Toxic Relationship
Ngomongin soal toxic people, bukan hanya di lingkup pertemanan saja, teman-teman, tapi ada juga dalam lingkup berpacaran atau pada pasangan masing-masing. Sifat lelaki dan pria tentunya berbeda-beda, sifat pasangan setiap orang tentunya juga berbeda-beda dong.

Nah dari survey yang aku dapat dari beberapa orang ini, ada beberapa sifat toxic yang mereka pernah alami bersama pasangannya.

Nah, dari hasil data survey, banyak yang sering dicurigai pacarnya nih, alias tidak adanya kepercayaan. Jika pasanganmu terus-menerus seperti itu, lebih baik hindari atau waspada saja, karena itu termasuk toxic jika menuduh tidak ada bukti yang jelas, bahkan aku pernah mengalami pengalaman pribadi pada temanku, kebanyakan orang yang selalu curiga, dialah yang suka berbuat hal seperti itu. So, jaga jaraklah dengan orang yang memiliki sifat di atas, agar tidak memperburuk dirimu sendiri. Selain bijak dalam memilih teman, bijaklah dalam memilih pasangan.

Bagaimana sih caranya menghadapi atau mengatasi toxic people di sekitar kita?
● Focus in yourself and ignore things that are not good for you. Karena masa depan, kesuksesan, serta memiliki akhlak yang baik itu semua tergantung pada diri kita masing-masing bagaimana cara kita memilih teman.
● Be yourself. Jadilah diri sendiri. Jangan mengikuti orang lain yang sudah pasti melakukan hal yang tidak positif.
● Social distancing/jaga jarak dengan orang tersebut, hanya sekedarnya saja berteman dengannya, tetapi jangan memiliki suatu keakraban di dalamnya
● Berani berkata “tidak” pada seseorang yang ingin membawa kita ke hal negatif dan coba untuk menjauhinya.

Jadi, cobalah kalian dekat dan menjalin hubungan dengan orang-orang yang positif, yang bisa membuat kamu ada perubahan atau perkembangan menjadi lebih maju, positif, dan membanggakan nantinya.

Lalu apa sih yang akan kita dapatkan jika menghabiskan waktu dan berbaur dengan orang-orang positif?
● Mendapat hal baru atau pengalaman yang belum pernah kamu alami sebelumnya, mendapat relasi untuk di masa depan mu nantinya.
● Punya tujuan hidup yang lebih jelas
● Bisa membangun kita dan mendapat motivasi atau dorongan untuk kita untuk mencapai kesuksesan dan kebaikan dalam diri kita masing-masing.
● Pikiran pun ikut positif dan lebih terbuka
● Kebahagiaan, rasa nyaman, menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, baik dalam berperilaku dan bertutur kata.
● Lebih percaya diri, optimisme, pantang menyerah karena adanya dukungan
● Jauh dari sifat malas

Jadi, bijaklah dalam memilih teman atau pasangan. Jangan sampai membuat dirimu sendiri menjadi rusak atau tidak baik. Jauhi orang-orang negatif, and spend your time & your life with positive people.

 

Penulis : Alfa Raytama Rumopa, Universitas Kristen Indonesia

Leave A Comment