WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Ternyata Minta Maaf Secara Berlebihan Gak Baik lho, Kenapa ya?

Tidak ada salahnya minta maaf terlebih dahulu kepada orang lain. Terutama kamu memang mengatakan sesuatu yang menyakiti perasaan orang lain.

Perilaku ini sebenarnya justru hal yang bagus untuk dilakukan semua orang. Namun, melakukannya terus menerus apalagi kamu tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas suatu kesalahan, justru akan berdampak buruk kepada dirimu lho. Orang lain akan merasa risih karena perkataan minta maaf yang kamu ucapkan. Dikutip dari IDN TIMES, simak penjelasan berikut apa aja dampak buruk akibat minta maaf secara berlebihan yang akan terjadi kepada dirimu.

  1. Rasa percaya diri menjadi menurun

Dari aspek psikologis, menolak untuk minta maaf ternyata lebih membawa dampak positif daripada meminta maaf secara berlebihan. Dalam sebuah jurnal penelitian The European Journal of Social Psychology dijelaskan bahwa orang yang terlibat dalam penelitian ini yang menolak mengucapkan permintaan maaf yang menunjukkan sifat diri yang lebih tegas, tingkat harga diri yang tinggi dan kendali diri sendiri.

Oleh karena itu, meminta maaf secara berlebihan berdampak langsung terhadap turunnya rasa percaya dirimu. Maka, coba mulai katakan tidak ketika minta maaf terutama kamu merasa terbebani oleh seseorang agar berkurang kebiasaan tersebut.

  1. Orang lain tidak menghargaimu

Dimuat dalam Buku The Power of an Apology menjelaskan bahwa kebiasaan meminta maaf secara berlebihan ternyata sama halnya ketika memuji secara terus menerus. Dapat diartikan bahwa sikap meminta maaf terlalu sering menunjukkan diri yang peduli dan baik, namun sebaliknya seseorang yang mengirim maksud itu menampilkan kurangnya rasa percaya diri.

Anggapan lainnya akibat minta maaf berlebihan akan diperlakukan tidak baik oleh orang lain atau tidak dihargai karena adanya sifat yang tidak enakan dan kurangnya percaya diri.

  1. Dianggap sesuatu yang mengganggu

Meminta maaf merupakan sifat yang baik, akan tetapi bila dikatakan berulang kali akan dianggap mengganggu di mata orang lain. Dalam sebuah jurnal Frontiers of Psychology ditemukan bahwa orang yang mengatakan maaf dalam hal menolak dengan sengaja dapat menyebabkan seseorang berpikir buruk karena harus memaafkan sebuah penolakan.

  1. Hilangnya arti maaf sesungguhnya

Permintaan maaf harus dilakukan secara tulus karena memiliki makna yang mendalam bagi seseorang. Namun, beberapa orang sering berkata maaf dalam keadaan apa pun. Ini mengakibatkan orang lain tidak paham maksud dari maafmu, apakah benar-benar tulus atau hanya ucapan tanpa hati. Ketika kamu melakukan suatu kesalahan dan berkata maaf, arti maaf yang kamu ucapkan tadi mungkin sudah hilang dan tidak bermakna lagi.

Lalu, gimana cara menghilangkan kebiasaan terlalu sering minta maaf ini? Nah, berikut beberapa solusi bagi kamu untuk mengurangi kebiasaan minta maaf secara berlebihan  kepada orang lain.

1. Coba pahami perasaan yang kamu alami

Jika kamu berniat mengurangi kebiasaan meminta maaf ini, kesadaran merupakan kunci dalam perubahan dirimu.  Coba mulai pahami apa yang kamu rasakan dan pikirkan ketika kamu melakukan perilaku itu, bisa jadi dirimu memberikan sebuah tanda bahwa kamu sedang merasa tertekan, gelisah, dan takut. Selain itu, kamu bisa berpikir apakah perilaku kamu cenderung meminta maaf terlalu sering atau tidak. Hal ini akan membantu kamu cermat dalam membaca situasi sebelum meminta maaf.

2. Ketahui apakah perlu meminta maaf atau tidak

Kamu perlu tahu, apakah dirimu sebaiknya meminta maaf atau tidak. Coba pikirkan terlebih dahulu, kamu melakukan sebuah kesalahan atau tidak. Apakah kamu bertanggung jawab atas kesalahan itu atau tidak? Jika kamu memang melakukan kesalahan, tidak apa meminta maaf terlebih dahulu. Namun, kalo ternyata dirimu tidak melakukan sebuah kesalahan tetapi tetap mengucapkan minta maaf, coba ceritakan kepada teman terdekatmu mengenai masalah yang kamu rasakan dan minta bantuan mengingatkan kamu untuk berhenti banyak berkata maaf.

3. Mulai ganti kata maaf dengan kata yang lainnya

Langkah selanjutnya yaitu ubah kata maaf dengan kata lain yang bermakna tulus atau peduli. Misalnya, ketika kamu sering menceritakan masalah kamu kepada teman dekatmu dan merasa mengganggu waktu dia, coba ganti kata “Maaf ya, kalo aku ganggu waktu kamu terus karena selalu dengerin cerita aku” dengan mengatakan “Terima kasih ya, kamu udah sabar dan gak bosan dengerin cerita aku”. Ada banyak cara untuk mengatasi kebiasaan ini. Kamu harus membiasakan diri untuk mengurangi kata minta maaf untuk suatu hal yang bukan menjadi kesalahan kamu.

Ternyata ada dampak buruk dari kebiasaan meminta maaf secara berlebihan. Semoga dengan adanya penjelasan tersebut, dapat membantu kamu berhenti dari kebiasaan meminta maaf secara berlebihan ya. Coba gunakan kata maafmu sesuai dengan keperluan, supaya kamu gak dianggap rendah atau mudah disepelekan oleh orang lain!

Penulis: Aprilia Puspitaningrum – Universitas Negeri Jakarta

 

Leave A Comment