WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Aku Bukan Bahan Tertawaanmu!

Setiap orang sepertinya pernah mengalami body shaming entah itu di sosial media atau ngomong secara langsung. Setiap orang diciptakan setara oleh Tuhan, dengan kelebihan dengan kekurangan masing-masing; lalu mengapa masih ada body shaming di antara kita?

Sunners, aku mau cerita sedikit nih…

Body shaming tidak hanya dialami selebritis di Indonesia maupun di luar negeri, bahkan di lingkungan pertemanan biasa pun bisa terjadi. Sebut saja namanya Dewi, yang dibully oleh temannya di kantin pas jam makan siang sebelum kelas selanjutnya. Awalnya, hal ini terjadi karena semua cewek di kelasnya memakai makeup dan si Dewi ini orangnya polos nggak pernah makeup sama sekali. Singkat cerita, Maya teman Dewi ini nyamperin buat dandanin Dewi dan Selly pun ikut memvideokan polesan makeup-nya Maya. Parahnya lagi ada teman Dewi yang lain mengejek fisiknya Dewi dengan melakukan screenshot video itu, lalu disebar. Mungkin ada yang berkomentar, “Ah, baper banget lo, gitu aja!” Tapi Dewi tahu, temannya yang menyebar video itu memang berniat mengejeknya karena ia merasa bahwa dirinya paling cantik diantara teman-temannya.

***

Body shaming adalah salah satu bentuk penghinaan fisik tubuh seseorang. Kadang tanpa kita sadari, kita mungkin pernah melakukannya (atau bahkan sering?). Body shaming yang kita lakukan terhadap orang lain bisa melunturkan kepercayaan diri seseorang dengan penampilannya loh. Hati-hati ya sunners!

Body Shaming Secara Langsung
Apa aja bentuk body shaming yang kita sering ucapkan tanpa kita sadari?

“Kok lu gendutan?”
“Ga mau olahraga ya?”
Biasanya ini yang terjadi pada orang yang memiliki tubuh berisi. Gara-gara komentar itu dari orang terdekat, orang bisa rela menggunakan obat pelangsing agar bisa auto-langsing, dibandingkan olahraga.

“Eh lo sekarang jerawatan ya?”
“Salah pakai skin care?”
“Kulit lu sensitive amat”

Sekarang gini, mau salah skin care atau terlalu banyak makan yang minyak-minyak, bukan berarti kulit mereka sensitif. Jerawat itu normal, setiap manusia pasti pernah punya jerawat. Dan nggak ada manusia yang memiliki wajah mulus seperti iklan produk kecantikan. Jerawat biasa terjadi saat kita sedang datang bulan atau bisa saja alergi terhadap sesuatu.

“Cantik lo cuma pake filter”
“Cantik lo cuma karna makeup”
“Cantik lo cuma perawatan dari dokter”

Filter kamera fungsinya apa? Jelas-jelas untuk mempercantik foto. Fungsinya makeup juga buat apa? Kalau bukan untuk mereka sendiri, fungsi makeup juga bukan cuma gaya-gayaan, makeup juga bisa menjadi karya seni. Tenang Sunners, selama kita percaya diri dengan makeup yang kita pakai akan terlihat cantik 😊

Dokter kecantikan juga buat apa? Orang yang salah menggunakan skin care mereka bisa berkonsultasi dengan dokter kecantikan. Sebagian orang yang berprofesi sebagai model majalah, baju atau apa pun itu pasti mereka sering melakukan treatment ke dokter kecantikan supaya saat pemotretan, sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Lo pendek banget si”
“Lo nggak pernah olahraga basket ya”
“Lo nggak pernah minum susu pas masih kecil nih”

Pertanyaan seperti ini pernah dialami orang-orang yang tidak tinggi, mau dia artis atau teman kita sendiri. Faktor tingginya badan seseorang bukan karena mereka nggak mau olahraga basket atau minum obat/susu peninggi badan, mereka yang terlahir dengan badan yang tidak begitu tinggi bisa terjadi karena faktor genetika. Buat kalian yang memiliki badan pendek gak usah minder karena sejatinya kecantikan terletak di dalam diri sendiri 😊

Body Shaming Secara Online alias Cyberbullying

(salah satu bentuk body shaming yang terjadi di sosial media)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat total pengaduan kasus cyber crime atau kejahatan online yang menjerat anak-anak di Indonesia sebagai berikut:

Dari sana kita lihat, kasus pengaduan cyber crime pada anak-anak terjadi kenaikan di setiap tahunnya. (sumber: https://www.kpai.go.id)

Tahukah kalian, melakukan tindakan perbuatan body shaming itu ada Undang-Undangnya loh!!!
Perbuatan body shaming atau mengejek fisik seseorang dapat dipidana. Ancaman pidana penjara pun bisa hitungan bulan hingga tahunan.

“Body shaming dikategorikan menjadi dua tindakan. Tindakan yang seseorang mentransmisikan narasi berupa hinaan, ejekan terhadap bentuk, wajah, warna kulit, postur seseorang menggunakan media sosial. Itu bisa dikategorikan masuk UU ITE (Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) pasal 45 ayat 1 dan pasal 27 ayat 3, dapat diancam hukuman pidana 6 tahun,” papar Dedi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018). (sumber: https://m.detik.com). Jadi, jangan ‘hanya’ karena kamu nggak bertemu langsung orangnya, kamu merasa berhak meninggalkan komen toxic secara online ya!

Dan buat kalian yang menjadi korban cyberbullying seperti ini, semoga kamu bisa melihat kelebihan yang ada pada dirimu sendiri, dan stop juga untuk kita semua membandingkan fisik kita sama orang lain.

Penulis : Syifa Lisniawati, Universitas Kristen Indonesia

Leave A Comment