WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Sedang Kecewa? Lakukan Cara ini untuk Mengatasinya

Pada usia remaja pasti familiar dengan yang namanya kecewa entah karna harapan sendiri atau terlalu berharap pada orang lain. Kecewa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti rasa tidak puas akan sesuatu yang tidak sesuai keinginan atau harapan. Sering kali rasa kecewa hadir saat kita telah percaya dan mengharapkan hal yang besar kepada sesuatu atau seseorang. Ada banyak faktor yang dapat membuat seseorang kecewa seperti diri sendiri, keluarga, pasangan, teman, bahkan lingkungan. Hal ini jelas menyakitkan, karena semakin tinggi harapan yang kita berikan terhadap suatu hal, maka akan semakin besar juga kesempatan kita untuk merasa kecewa bahkan tidak ingin mencobanya lagi. Tidak heran kenapa manusia sulit membuka hati atau memaafkan diri sendiri jika sudah kecewa karena mereka takut hal yang sama akan terjadi.

Berikut persentase orang yang pernah merasa kecewa dan faktor apa saja yang membuat mereka kecewa.

 

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa kecewa agar tidak terus-menerus larut dalam kesedihan, berikut Sunners 4 cara untuk mengatasi rasa kecewa:

  1. Turunkan ekspektasi

Alasan terbesar seseorang merasa kecewa adalah ekspektasi atau harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Dengan alasan tersebut cara pertama yang harus dilakukan yaitu menurunkan ekspektasi kita terhadap seseorang atau sesuatu. Apabila kita telah berencana dan percaya buatlah harapan serasional mungkin karna menurunkan ekspektasi dengan tidak punya harapan lagi itu suatu hal yang berbeda. Kita hanya perlu menurunkan standar harapan namun tetap melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya agar mendapat hasil maksimal.

 

Dibawah ini terdapat hasil survei mengenai hal apa yang paling banyak membuat seseorang kecewa dan dari hasil tersebut dibentuklah pernyataan untuk menurunkan ekspektasi.

 

  1. Maafkan diri sendiri dan orang lain

Ketika sudah kecewa ada banyak prasangka bersalah dan menyalahkan beberapa pihak yaitu diri sendiri, orang lain, dan keadaan. Tentunya hal tersebut akan semakin membuat kita terpuruk jika belum bisa memaafkan semuanya. Segala yang terjadi sudah ada garisnya, jangan sesekali menyalahkan diri sendiri karna telah berharap dan menyalahkan orang lain karna tidak bisa memenuhi harapan. Yang harus kita lakukan hanyalah memaafkan diri sendiri dan orang lain agar tidak ada lagi rasa bersalah yang tertinggal ketika ingin memulai hal-hal baru dikemudian hari.

 

  1. Belajar memahami dan ikhlaskan rasa kecewa

Percaya atau tidak, sesuatu yang terjadi dihidup kita merupakan sesuatu yang memang sudah ada jalan takdirnya. Tidak sedikit dari kejadian buruk dan menyakitkan itu membuat kita belajar memahami hal-hal yang belum pernah kita lewati. Namun ketika hal-hal yang mengecewakan datang, dari situlah kita bisa belajar memahami keadaan atau seseorang sebagai tahap pendewasaan diri. Saat diri kita mampu memahami segala yang terjadi kita akan mengikhlaskan rasa kecewa itu dan pelan-pelan melangkah maju.

 

  1. Berubah jadi lebih baik dan nikmati hidup

Rasa kecewa sering kali membuat kita tidak bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki. Ketika telah merasa kecewa, seseorang cenderung akan sedih dan terpuruk dalam jangka waktu yang lama, bahkan tidak sedikit orang yang enggan mencoba yang terbaik lagi. Langkah ini dapat dicoba yaitu berubah menjadi lebih baik sebagai bukti bahwa kecewa bukan menghancurkan kita, melainkan membangun diri sendiri menjadi versi terbaik dan dapat menikmati hidup dengan hal-hal yang sudah kita miliki. Bersyukur ya Sunners! Kecewa itu pelajaran, bukan musuh bebuyutan.

 

Persentase dibawah menunjukkan cara terbaik untuk menghadapi rasa kecewa adalah dengan ikhlas dan memaafkan serta berubah menjadi lebih baik.

 

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan ketika Sunners merasa kecewa, banyak hal positif yang bisa kita lakukan untuk menjalani kehidupan selepas rasa sedih. Intinya jangan pernah merasa sendiri dan putus asa karena harapan tidak sesuai dengan kenyataan ya! Semangat.

 

 

HANI ROSIYANI – Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta

Leave A Comment