WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Mitos-Mitos Soal Keperawanan

Sumber Foto : Pinterest 

Hallo Sunners! Siapa di antara kalian yang masih bingung ataau keliru tentang keperawanan seorang wanita? 

“Keperawanan” adalah konsep dan norma sosial, dan bukan merupakan kondisi medis. Oleh karenanya, makna keperawanan tentu berbeda-beda bagi setiap orang. Tidak ada definisi yang secara spesifik bisa menggambarkan apa itu keperawanan. Namun, secara umum, seseorang dianggap perawan jika ia adalah perempuan yang belum pernah berhubungan seksual dengan orang lain. 

Nah membicarakan masalah keperawanan dari sisi medis, pasti berkaitan langsung dengan selaput dara. Selaput dara atau hymen adalah jaringan serabut yang terletak pada vagina. Biasanya, masyarakat mengartikan keperawanan seorang wanita dengan kondisi hymen atau selaput dara yang tidak rusak atau masih utuh – padahal, banyak faktor yang menyebabkan selaput dara menjadi rusak. Berolahraga dengan intens, misalnya.

Selaput dara sendiri berguna untuk menyaring kotoran agar tidak langsung masuk ke dalam Miss V. Selain itu, selaput dara bertumbuh seiring dengan berkembangnya organ intim seorang wanita. Jadi, fungsi dari selaput dara tidak ada hubungannya dengan aktivitas seksual; bisa dikatakan bahwa selaput darah bukanlah selaput yang menjadi penanda seorang wanita masih perawan atau tidak. 

Bagaimana dengan mitos yang mengatakan, jika sudah tidak perawan, cara seseorang berjalan akan terlihat beda? Tentu saja itu tidak benar; jadi jangan sampai salah tanggap ya Sunners! Ketika kamu mendengar mitos-mitos terkait keperawanan (atau keperjakaan untuk laki-laki), selalu cari tahu dulu fakta sesungguhnya dari sumber terpercaya!

 

Penulis : Agis Manjal | Politeknik Negeri Media Kreatif 

Leave A Comment