WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Menuju Puncak Keberhasilan Bersama Kegagalan

Hai, Sunners! Kamu pernah mengalami kegagalan? Atau mungkin sudah tidak asing lagi dengan kegagalan yang menurutmu selalu saja datang ketika keberhasilan hampir saja menjemputmu? Lalu, apa yang kamu lakukan ketika kegagalan lebih dulu menghampiri dibanding keberhasilan yang sedikit lagi bisa kamu gapai?

Pernah mendengar kata pepatah, semakin sering kamu gagal, semakin banyak pula keberhasilan yang kamu dapat? Kamu tahu apa artinya? Semakin kamu sering merasakan kegagalan, jatuh berulang kali, semakin banyak pelajaran yang kamu dapat. Dari setiap kegagalan itu, kamu bisa belajar dan memahami, sehingga kamu bisa melakukan yang lebih baik lagi. Meminimalisir kegagalan selanjutnya.

Menuju keberhasilan itu gak mudah. Apalagi keberhasilan yang ingin kamu raih ada di puncak paling tinggi. Kamu harus melewati perjalanan yang sangat panjang dan memakan waktu yang tidak sedikit. Banyak rintangan yang harus kamu hadapi, sehingga tanpa kamu sadari, kegagalan selalu setia menemani perjalanan.

Kamu tidak perlu memikirkan kegagalan, karena itu pasti. Yang perlu kamu pikirkan adalah bagaimana caranya agar kamu bisa sampai pada puncak itu. Puncak keberhasilan yang akan kamu raih. Tanamkan di dalam pikiranmu, jika kegagalan selalu menemanimu. Kamu harus siap jika sewaktu-waktu kegagalan itu menyapamu dan mengajakmu bermain-main sejenak. Mengajakmu bermain tentang kehidupan, sehingga bekal yang kamu bawa sampai ke puncak akan semakin banyak.

Melihat keberhasilan orang-orang di sekitarmu mungkin membuatmu berkecil hati dan mulai bertanya-tanya, kapan aku berhasil seperti dirinya? Dia berjuang bersamaku, tetapi kenapa ia menuju puncak lebih dulu? Kenapa ia tega meninggalkan diriku?

Setelah itu kamu akan merasa kecewa, sedih berlarut-larut, dan merasa semua yang kamu lakukan adalah hal yang sia-sia. Itu hal yang sangat wajar. Kamu boleh merasakan semua itu. Tapi, setelah itu kamu harus punya semangat baru untuk kembali bangkit. Hidup terus berjalan, dan kamu tidak bisa hanya berdiam diri mengamati setiap keberhasilan orang lain. Kamu juga harus punya keberhasilanmu sendiri.

Jika temanmu yang berjuang bersamamu, kini sudah sampai di puncak, dan kamu masih setengah perjalanan, bukan berarti kamu bisa menyerah begitu saja dan berbalik arah. Kamu harus menyusulnya. Bukan berarti kamu harus menyusulnya ke puncak yang sama. Coba lihat sekelilingmu, dengarkan suara hatimu, tanyakan pada dirimu, keberhasilan apa yang sebenarnya kamu inginkan? Jangan memaksakan ingin menuju puncak yang sama dengan orang lain, jika dirimu sendiri sebenarnya menginginkan puncak yang berbeda.

Semua hanya perlu waktu dan kesadaran. Sama seperti waktumu ketika dilahirkan ke dunia ini. Hari, tanggal, bulan, tahun, bahkan jam, menit, hingga detiknya sudah ditetapkan. Tidak akan pernah tertukar oleh orang lain. Semua memiliki keberhasilannya masing-masing. Kamu hanya perlu menunggu. Sambil menunggu, kamu berusaha dan belajar, ditemani kegagalan yang akan membuatmu semakin kuat untuk meneruskan perjalanan.

Lalu, kesadaran. Kamu harus bisa sadar dan menerima jika waktumu dengan mereka tidak sama. Kamu mungkin menginginkan puncak yang sama dengan mereka. Tapi kamu juga harus bisa sadar dan menerima, jika ternyata puncak itu bukan untukmu. Ada puncak lain yang telah menunggu kamu untuk meraihnya.

 

Puja Sindia
Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta

Leave A Comment