WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Mengenali, Mengendalikan, dan Menyampaikan Emosi Dengan Baik

Sunners, kalau mendengar kata emosi, apa sih yang terlintas di pikiranmu? Marah? Berteriak? Menangis? Lalu, bagaimana caranya kamu meredakan semua emosi yang sedang kamu rasakan pada saat itu? Apa dengan membiarkannya begitu saja, sampai hilang dengan sendirinya? Atau dengan cara menahannya agar tidak meledak-ledak? Jika cara-cara itu yang kamu lakukan, maka kamu belum bisa memahami emosimu dengan baik. Lalu, bagaimana cara yang benar? Yuk, simak pembahasannya sampai habis, ya!

 

Tanpa sadar, emosi sudah menjadi teman dekat kita selama ini, lho! Kenapa bisa? Karena ternyata emosi bukan hanya tentang marah lalu menangis ketika kamu tidak bisa menyampaikannya dengan baik. Semua perasaan yang ada di dalam dirimu adalah emosi. Entah itu marah, sedih, kecewa, takut, bahagia, dan perasaan-perasaan lain yang kamu rasakan. Itu semua adalah emosi yang menemani keseharianmu selama ini.

Tapi, kamu sadar gak sih, kalau semua emosi yang kamu rasakan itu adalah hal yang sangat wajar dan normal? Itu tandanya hatimu masih berfungsi dengan baik, karena bisa merasakan emosi yang berbeda-beda setiap harinya, setiap waktunya, atau bahkan berbagai macam emosi dirasakan dalam satu waktu bersamaan.

Lalu, bagaimana caranya agar semua emosi yang kamu rasakan tidak mengganggu aktivitasmu sehari-hari? Cukup jadikan emosimu sebagai teman baikmu. Karena jika sudah menjadi teman baikmu, maka kamu akan mengenalnya dengan baik pula. Dengan mengenalnya, kamu akan tahu di mana atau pada siapa kamu akan menyalurkan semua emosi itu.

Mengenali. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengenali emosi apa yang sedang kamu rasakan pada saat ini. Misal, pada saat pengumuman pembagian nilai, ternyata hasil nilaimu sesuai dengan apa yang kamu targetkan selama ini. Tapi pada saat itu terjadi, kamu sendiri pun bingung, emosi apa yang kamu rasakan, perasaan apa yang sedang kamu alami sekarang. Di satu sisi kamu bahagia, dan bangga atas kerja kerasmu selama ini. Tapi di sisi lain kamu merasa ada sesuatu yang kurang.

Setelah kamu berpikir lebih jauh, dan memahami dirimu sendiri, emosi apa yang sedang melakukan persaingan di dalam dirimu; rasa bahagia dan bangga, atau malah perasaan kurang itu. Kamu paham, jika nilai bukan menjadi tolak ukur rasa bahagia itu bisa muncul pada dirimu. Tetapi proses kamu mencapai nilai itulah yang membuatmu merasa bahagia dan bangga.

Mengendalikan. Hal kedua yang harus kamu lakukan. Setelah kamu mengenali rasa emosi yang ada di dalam dirimu, dan mendapatkan jawaban yang tepat, proses selanjutnya adalah bagaimana cara mengendalikannya. Kamu tahu bahwa nilai yang terpampang nyata dan bisa dilihat oleh kedua matamu, bahkan bisa menjadi bukti bahwa kamu hebat, ternyata bukanlah sumber dari perasaan bahagia yang kamu rasakan pada saat ini. Karena ternyata rasa bahagia itu masih berdampingan dengan rasa kosong; merasa ada yang kurang. Maka, mulailah dengan menikmati setiap proses yang kamu lakukan untuk mencapai nilai tersebut. Bukan lagi untuk mencapai hasil akhir yang memuaskan, tetapi untuk mencari rasa bahagia seutuhnya yang akan kamu dapat.

Menyampaikan. Hal ketiga yang harus kamu lakukan. Atau bisa dibilang inilah proses akhir yang harus kamu lewati setelah mengenali dan mengendalikan setiap emosi yang muncul di dalam dirimu. Setelah kamu tahu apa yang harus kamu lakukan terhadap emosi yang kamu rasakan, maka hasil akhirnya adalah bagaimana kamu merealisasikannya. Menyampaikan sama halnya dengan kamu melakukan sesuatu yang sudah kamu rencanakan secara matang. Dengan begitu, lakukan sebaik-baiknya agar emosi yang kamu rasakan bisa tersampaikan dengan baik, dan tentunya dengan cara yang baik pula. Sesederhana ketika kamu menyampaikan rasa rindumu kepada kedua orang tuamu. Atau orang-orang di sekitarmu yang kamu sayangi.

Ingat! Emosi tercipta bukan untuk kamu biarkan begitu saja, menumpuk, lalu secara tidak sadar keluar begitu saja tanpa bisa dikontrol dengan baik. Emosi tercipta untuk dirasakan, dikenali, dan dikendalikan dengan baik, agar tersampaikan dengan baik pula. Karena sesuatu yang dipendam secara terus-menerus akan menumpuk. Semakin menumpuk, kamu tidak akan bisa mengenalinya secara utuh, sehingga kamu hanya bisa mengeluarkannya tanpa mengendalikannya terlebih dahulu.

Nah, mulai sekarang, coba lakukan ketiga hal tersebut ya, Sunners! Agar setiap emosi yang kamu rasakan bisa dicerna dengan baik, dan disalurkan dengan baik pula. Jangan sampai emosimu merugikan dirimu sendiri, bahkan orang lain.

 

Puja Sindia
Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta

Leave A Comment