WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Mengenali 3 Fenomena Gaslighting yang Terjadi di Sekitarmu Tanpa Kamu Sadari

Hai hai Sunners!!! Apa kamu pernah dengar istilah gaslighting? Atau justru kamu pernah mengalami gaslighting? Fenomena gaslighting ini rentan terjadi di kehidupan remaja dan tanpa kamu sadari hal ini mungkin terjadi di sekitarmu, lho! Sebenarnya apa itu gaslighting dan apa saja fenomena gaslighting yang mungkin terjadi di sekitarmu?? Yuk, kita bahas di bawah!

Gaslighting merupakan salah satu sikap memanipulasi seseorang yang dapat membuat mereka mempertanyakan penilaian diri, ingatan kejadian yang telah terjadi hingga kewarasannya. Biasanya pelaku gaslighting (gaslighter) diasosiasikan sebagai orang yang memiliki kepribadian narsistik. Selain itu,  perlu diketahui juga bahwa korban dari gaslighting tidak hanya ditujukan untuk satu orang saja tetapi dapat ditujukan untuk sekelompok orang. Fenomena gaslighting ini termasuk pelecehan atau kekerasan emosional yang cukup sering terjadi di kehidupan remaja dan lebih parahnya pada beberapa kejadian, korban tidak langsung menyadari mereka telah mengalami gaslight. Oleh karena itu, gaslighting tidak bisa dianggap remeh karena fenomena ini dapat menjadi salah satu faktor timbulnya toxic relationship yang dapat berkelanjutan menjadi abusive relationship. Tidak hanya menyebabkan toxic di hubungan percintaan saja nih, gaslighting juga bisa terjadi pada lingkup pertemanan dan keluarga, lho! Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu per satu.

1. Gaslighting di Hubungan Percintaan

Jika kamu atau orang di sekitarmu pernah dekat bahkan sempat menjalin hubungan romantis dengan pelaku gaslighting (gaslighter) pasti tidak asing dengan ciri yang paling sering ditonjolkan yaitu sangat pintar merangkai kata demi menutupi perilakunya dengan berbohong. Meskipun kamu menemukan fakta atau bukti bahwa ia berbohong, gaslighter akan menyangkal dan tetap berpegang teguh pada kebohongannya yang kemudian biasanya makin menutupi kesalahannya dengan silent treatment. Hal inilah yang nantinya menimbulkan rasa kebingungan serta frustasi  sehingga kamu akan merasa bersalah bahkan tidak segan memohon untuk meminta maaf lalu akhirnya tanpa sadar kamu akan bergantung secara emosional pada si gaslighter.

2. Gaslighting di Lingkup Pertemanan

Hampir sama seperti sang gaslighter di hubungan percintaan, dalam lingkup pertemanan kamu mungkin setidaknya pernah kenal atau kerap kali hangout dengan seorang teman yang ketika di bersama kamu dia akan berkata hal-hal baik, tetapi di belakang dia akan menjelek-jelekkanmu dan parahnya orang-orang akan lebih mempercayai ucapannya dibandingkan ucapanmu. Ditambah lagi saat kalian dihadapkan dengan sebuah masalah, alih-alih mencari jalan keluarnya bersama, dia justru cenderung menghakimi dan melimpahkan semua masalah itu di ‘pundak’mu. Jika kamu punya teman yang seperti ini, bisa jadi ia tidak hanya toxic tetapi juga memiliki indikasi sebagai seorang gaslighter. Jika diabaikan tentunya kamu akan merasa tertular negative vibes yang ada pada dirinya dan pada akhirnya mengalami kelelahan mental.

3. Gaslighting di Lingkup Keluarga

Agak sedikit berbeda dengan kedua fenomena di atas, gaslighting dalam lingkup keluarga apalagi jika gaslighternya adalah orang tua, kecil kemungkinan untuk membohongi kamu atau korban yang notabene adalah anaknya sendiri. Namun, fenomena gaslighting yang sering terjadi dalam lingkup ini biasanya gaslighter akan melecehkan emosi kamu dengan cara meremehkan kemampuanmu, mengungkit kesalahanmu yang sudah berlalu, bahkan mungkin tidak merasa bangga atau bahagia ketika kamu sukses karena menganggap prestasimu biasa saja dan kemudian membandingkan dirimu dengan saudara atau temanmu yang lain. Saat fenomena gaslighting ini terjadi terus-menerus tanpa sadar kamu akan merasa penilaianmu pada dirimu sendiri menjadi menurun dan dapat membuat dirimu menjadi pribadi yang kurang percaya diri.

Nah, itu dia tiga fenomena gaslighting yang terjadi di sekitarmu yang mungkin tidak kamu sadari. Pada dasarnya, semakin bertambahnya usia hubungan manusia pasti akan semakin berkembang dan kompleks nih Sunners. Oleh karena itu, jika kamu mengalami salah satu kejadian di atas, sebenarnya kamu bisa memilih 2 pilihan yaitu bertahan atau pergi. Kamu bisa memilih bertahan namun dengan cara terus belajar memahami apa yang dimau gaslighter dan berkomitmen dengannya untuk terus berusaha mengatasi masalah bersama. Atau kamu bisa memilih pergi dan memutus hubunganmu dengan gaslighter, jika kamu merasa dalam posisi yang menurutmu sudah sangat mengganggu mentalmu dan membuat kepercayaan dirimu semakin menurun.

Alda Alviani
Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta

Leave A Comment