WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Mengenal Milia Atau Kista Milium Dan Cara Penanganannya

Jika Sunners pernah mengalami atau melihat bintil-bintil berisi cairan berwarna putih atau kuning yang muncul di wajah, biasanya terjadi pada pipi dan di bawah kelopak mata, itu bukanlah jerawat atau pun komedo. Orang-orang sering sekali keliru dengan kondisi ini.

Kondisi tersebut merupakan penyakit kulit yang terkadang dijuluki “bintil-bintil susu” atau “jerawat bayi”. Penyakit yang juga dikenal dengan istilah kista lilium ini tidak berbahaya.

Mungkin bagi orang-orang yang pernah mengalami kondisi ini akan merasa cemas dan minder karena bintil-bintil pada wajah. Namun, kondisi ini tidak akan bertahan lama artinya bintil pada wajah akan segera hilang dengan cara melakukan perawatan khusus karena dapat hilang dengan sendirinya.

Kista milium adalah benjolan kecil berwarna putih atau kuning yang biasanya muncul di hidung, pipi dan umumnya sering muncul di sekitar di kelopak mata bahkan bisa juga terjadi di mana saja. Milia biasanya berukuran 1 hingga 2 milimeter, kista ini sering ditemukan dalam kelompok kista multiple yang disebut milia.


Milia terjadi ketika keratin terperangkap di bawah permukaan kulit. Keratin adalah protein kuat yang biasanya ditemukan di jaringan kulit, rambut dan sel kuku. Selain itu, milia juga bisa terjadi pada semua usia atau etnis. Namun, kasus paling umum terjadi pada bayi yang baru lahir.

 

Jenis Milia :

  • Neonatal milia adalah istilah untuk milia pada bayi baru lahir. Milia jenis ini tergolong umum terjadi pada bayi baru lahir.
  • Primary milia atau milia primer adalah milia yang muncul pada anak-anak dan dewasa. Milia primer biasanya menghilang dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.
  • Secondary milia atau milia sekunder adalah milia yang muncul di kulit yang cedera, misalnya akibat luka lepuh, luka bakar, atau penggunaan krim kulit yang mengandung kortikosteroid.
  • Milia en plaque adalah milia yang cukup parah dan belum diketahui pasti penyebab Milia jenis ini biasanya tumbuh cukup lebar dan menonjol dengan diameter mencapai beberapa sentimeter. Milia en plaque biasanya menyerang wanita paruh baya.
  • Multiple eruptive milia adalah milia yang biasanya muncul bergerombol dalam kurun waktu beberapa minggu atau bulan. Milia jenis ini juga jarang terjadi.

Penyebab Milia :

pada orang dewasa, munculnya milia sering dikaitkan dengan kerusakan kulit, seperti:

  • Melepuhnya kulit akibat kondisi atau penyakit tertentu, seperti epidermolisis bulosacicatricial pemphigoid, atau porphyria cutanea tarda
  • Melepuhnya kulit akibat paparan tanaman beracun, seperti pada kondisi poison ivy
  • Kerusakan kulit akibat sering terpapar sinar matahari atau mengalami luka bakar
  • Penggunaan krim kortikosteroid dalam jangka panjang
  • Perawatan kulit dengan prosedur tertentu, seperti dermabrasi atau laser resurfacing

Penanganan Milia :

Milia pada bayi tidak perlu diobati karena tidak berbahaya dan akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Sedangkan pada remaja dan orang dewasa, milia biasanya hilang dalam beberapa bulan.

Meski demikian, milia juga bisa sangat menganggu. Bahkan, pada beberapa kasus milia sekunder, benjolan dapat bersifat permanen. Pada kondisi demikian, perlu dilakukan tindakan oleh dokter untuk menghilangkan benjolan tersebut. Tindakan yang dilakukan dapat berupa:

  • Krioterapi, yaitu prosedur untuk membekukan dan menghancurkan benjolan milia menggunakan nitrogen cair
  • Dermabrasi, yaitu pengikisan lapisan kulit teratas dengan menggunakan alat khusus
  • Chemical peeling, yaitu pengikisan lapisan kulit teratas dengan mengoleskan cairan kimia
  • Ablasi laser, yaitu prosedur untuk menghilangkan milia dengan menggunakan laser
  • Diathermy, yaitu prosedur untuk menghancurkan milia dengan menggunakan suhu panas
  • Deroofing, yaitu prosedur untuk mengeluarkan isi milia dengan menggunakan jarum steril

Selain cara diatas, ada juga cara rumahan berikut ini :

  • Bersihkan area yang terkena dampak setiap hari. Gunakan sabun lembut untuk mencegah iritasi kulit. Sabun untuk kulit sensitive bisa Anda dapatkan pada pembelian online yang terpercaya
  • Steam buka pori-pori. Ini bisa dilakukan dengan cara mandi menggunakan air panas/hangat
  • Eksforasi area secara teratur. Namun, hindari eksfoliasi berlebihan karena eksfoliasi setiap hari dapat mengiritasi kulit.
  • Gunakan tabir surya. Tabir surya ini merupakan perlindunagan tinggi yang sangat membantu. Bisa anda dapatkan di online atau di apotek.
  • Gunakan retinoid topikal. Retinoid topikal adalah krim atau gel yang berasal dari vitamin A sementara mereka efektif dalam mengobati milia.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mawar, kayu manis dan madu memiliki sifat antibakteri yang dapat mengatasi beberapa masalah kulit.

Meskipun demikian, belum ada penelitian yang menunjukkan hasil efektif dalam mengobati milia.

Jadi begitulah Sunners, Milia memang sangat mengganggu jika muncul diwajah, bagi Sunners yang memiliki keluhan Milia Hindari memencet, menusuk dan memetik milia sebab, akan meningkatkan risiko infeksi dan dapat menyebabkan jaringan parut. Jadi hati-hati ya Sunners dan selalu menjaga kesehatan kulit kita.

 

ARR – Polmed

Ilustrasi by Freepik

Leave A Comment