WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Mengapa Pembully Beraksi? Inilah Alasannya

Sunners bullying makin memanas di Indonesia karena sekarang bisa  terjadi di kehidupan nyata maupun di dunia maya. Udah banyak korban bullying yang merasa bingung sama  alasan mereka yang di-bully. Pelaku bullying melakukan aksinya secara verbal, fisik, bahkan hingga seksual; dari menghakimi, merendahkan secara finansial, maupun cyberbullying – semua dilakukan korban tanpa memberi alasan yang jelas (jadi gak masuk akal gitu Sunners).

 

Bullying umumnya dilakukan sekelompok orang yang merasa lebih kuat kepada orang-orang tertentu yang mereka anggap bisa diintimidasi, dengan tujuan memberi rasa tertekan kepada orang tersebut dan memenuhi kepuasan pada pelaku. Tindakan bullying dapat memberikan dampak yang buruk jangka panjang kepada korban terutama luka secara fisik, psikis, maupun mental, dan kesehatan menurun sehingga menimbulkan minat bunuh diri atau tidak semangat hidup.

 

Dunia maya adalah tempat yang paling banyak terjadi bullying atau dapat disebut dengan cyberbullying. Hal tersebut disebabkan oleh pelaku tidak langsung diketahui identitasnya dan dapat menggunakan akun palsu. Jenis bullying yang terjadi di dunia maya adalah verbal, seksual, dan visual. Bullying verbal dapat berupa hinaan, panggilan, godaan, komentar negatif maupun komentar rasis dalam postingan korban bullying. Sedangkan bullying visual dapat berupa postingan foto/video seseorang yang tidak senonoh maupun postingan foto/video yang berisi hinaan kepada seseorang. 

Cek dulu yuk contoh dari jenis-jenis bullying:

  • Physical bullying

Contoh dari physical bullying adalah memukul, menendang, mencakar, mencekik, menampar, meludahi, merusak, dan menghancurkan barang milik korban bullying.

 

  • Verbal bullying

Contoh dari verbal bullying, yaitu memfitnah, kritik yang sangat pedas, pernyataan melecehkan, dicela, dihina, dibuat nama panggilan yang tidak baik, dan pengulangan kata-kata korban dengan tujuan mengejek.

 

  • Sexual bullying

Sexual bullying dapat terjadi pada pasangan atau bukan pasangan. Contoh dari sexual bullying, yaitu pelecehan seksual dan pemerkosaan. Sexual bullying berupa pelecehan seksual, yaitu menyentuh bagian tubuh secara seksual tanpa izin, catcalling atau mengajak kencan oleh orang yang tidak dikenal, mengajak berhubungan intim secara tersirat atau secara langsung, seseorang menempelkan anggota tubuhnya secara disengaja, 

 

  • Social bullying

Menyebarkan gosip atau rumor yang tidak benar, melempar lelucon jahat, menghasut orang lain untuk mengucilkan seseorang, termasuk dalam social bullying.

 

  • Cyberbullying

Contoh cyberbullying, yaitu memposting pesan tertulis, gambar, dan video yang menyakitkan, menyebarkan rumor buruk di dunia maya, mengucilkan seseorang secara online, menggunakan akun orang tanpa izin, dll.

 

  • Prejudicial bullying

Bullying yang berupa mengolok-olok ras atau golongan tertentu. Contohnya, meniru cara bicara suatu ras atau golongan tertentu dengan tujuan menghina.

 

  • Financial bullying

Contoh financial bullying, yaitu memalak, menodong agar mendapat uang maupun barang milik seseorang.

 

Bullying ada karena beberapa  faktor eksternal dan internal dari si  pelaku itu sendiri, sunners. Faktor eksternal bisa berupa ajakan teman pelaku untuk membully seseorang maupun mengikuti perilaku bully di media sosial atau di sekitarnya, kurangnya pengawasan dan ajaran dari orang tua, dan peraturan serta hukuman mengenai bullying di sekolah kurang ketat. Sedangkan yang kedua ada faktor internal seseorang menjadi pembully, yaitu pernah menjadi korban bully, memiliki kepribadian yang kurang baik, iri dengan seseorang, emosional atau emosi kurang stabil, ingin mendapat perhatian dari orang sekitar, sering bertengkar, komunikasi dengan orang tuanya kurang lancar, dan ingin dianggap kuat dan berkuasa. Dari tindakan itu bisa mempengaruhi pelaku untuk melakukan bullying.

Sering sekali pembully melakukan bully kepada seseorang dalam kehidupan nyata di depan orang-orang karena ingin dapat melihat respon korban secara langsung, agar dia merasa lebih kuat dari korban, serta memberikan siksaan kepada korban karena direndahkan di depan orang-orang. 

 

Tapi ada juga loh pembully yang beraksi ketika hanya ada teman pembully lainnya dan korban bully karena tidak ada pihak netral yang dapat langsung mengadu ke guru atau yang lainnya dan dapat menutupi kesalahannya sebagai pembully untuk jangka pendek. 

Masih banyak sekali warga Indonesia yang menjadi pelaku bullying baik di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat walaupun sudah ada UU yang mengatur bullying, yaitu UU No 23 Tahun 2022 NKRI, UU No. 35 Th. 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Th. 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 76C UU No. 35 Th. 2014, Pasal 80 (1) UU No. 35 Th. 2014, pasal 45 ayat 1 dan aspek Hukum Cyber Crime, yaitu Pasal 27 (3). Meski demikian, banyak pelaku bullying yang belum jera karena mereka tidak paham konsekuensi hukum ini seandainya korban berani speak up dan menuntut balik.

Alangkah baiknya kita mencegah terjadinya bullying dengan menasehati baik-baik kepada pelaku bullying dan melerai pelaku bullying dengan korbannya. Buat setiap kita, jangan jadi pelaku bullying, karena dampak bullying sebenarnya sama-sama sangat merugikan korban dan pelaku bullying dalam jangka panjang. 

Kita perlu menanamkan empati yang tinggi terhadap sesama, memperbaiki kepribadian, melancarkan komunikasi dengan orang tua, berpikir panjang ketika ingin bertindak, taat kepada peraturan tertulis maupun tidak tertulis dan melakukan banyak hal positif agar hal-hal positif balik ke kita kembali serta selalu mengingat bahwa sebesar apapun perbuatan kita akan ada balasannya dari Tuhan. 

Semoga kehidupan kita menjadi semakin damai, dan kita bisa turut mengurangi angka insiden pembullyan di Indonesia. 

 

Leave A Comment