WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Menasihati yang Tidak Menggurui, Bagaimana Caranya?

Setiap orang pasti mempunyai masalah di dalam hidupnya. Entah itu masalah kecil atau besar. Yang kamu anggap biasa-biasa saja atau malah sampai mengganggu aktivitasmu sehari-hari. Gak usah takut dan cemas. Semua masalah diciptakan memang untuk diselesaikan. Jadi, pasti ada cara untuk kamu melewatinya.

Melakukan kesalahan di dalam hidup itu juga wajar kok. Bukankah dari kesalahan-kesalahan itulah yang membuat kamu bisa belajar dan menjadikanmu seperti sekarang? Asal kamu mau keluar dari kesalahan itu, dan belajar untuk menjadi lebih baik lagi.

Atau, kamu sedang bimbang bagaimana caranya membantu orang-orang yang kamu cinta dan sayangi keluar dari kesalahan-kesalahan tersebut? Kamu ragu dengan dirimu sendiri? Apa aku bisa melakukannya? Karena untuk membantu diri sendiri saja sulit, bagaimana membantu orang lain?

Tenang, Sunners. Mimin akan memberitahu kamu beberapa cara menasihati yang baik, dan tentunya tidak menggurui. Simak sampai habis, ya!

 

1. Cari lebih dulu kebenarannya

Sebelum kamu memberi nasihat, kamu harus tahu pokok permasalahannya lebih dulu. Entah itu dari orang-orang yang bersangkutan, atau dari seseorang yang ingin kamu beri nasihat itu sendiri. Agar tidak ada kesalahpahaman yang akhirnya akan menimbulkan masalah baru.

2. Pahami sifat dan karakternya

Pastikan kamu sudah tahu dan mengenal betul bagaimana sifat dan juga karakternya. Agar caramu ketika memberi nasihat pun bisa diterimanya dengan baik.

3. Cari waktu yang tepat

Ini yang paling penting. Ketika kamu ingin memberi nasihat, situasi dan kondisinya juga harus tepat, agar nasihat yang akan kamu berikan tersampaikan dengan baik. Pastikan seseorang itu dalam kondisi dan suasana hati yang baik, ya.

4. Bicara dengan lembut

Sama seperti ketika kamu berbicara pada anak kecil yang sedang menangis, harus lembut dan secara perlahan, agar ia mengerti. Begitu pula dengan orang dewasa. Apalagi kamu ingin memberinya nasihat. Jadi pastikan bicaralah dari hati ke hati.

5. Jangan menuntut nasihatmu harus diterima

Memberi nasihat itu beda dengan memberi perintah. Jadi jangan memaksakan padanya untuk menerima nasihatmu. Jika ia sudah mau mendengarkan, ada harapan jika nasihatmu diterima. Tapi jika tidak, carilah waktu lain, atau dengan cara lain. Biarkan ia berpikir dan berbicara dengan dirinya sendiri.

6. Jangan merendahkan egonya

Selain waktu yang tepat, ini juga paling penting. Secara psikologis, jika seseorang sudah mulai merasa egonya direndahkan, maka ia akan berusaha keras membentengi dirinya untuk menyelamatkan egonya dari gangguan pihak luar.

Jadi, jangan sampai kamu melukai egonya, ya. Carilah kata-kata yang tepat agar tidak menyinggung perasaan, apalagi sampai merendahkan egonya. Maka sia-sia saja semua nasihatmu itu, karena ia tidak akan mendengarkannya.

7. Beri waktu padanya untuk berpikir

Nah, setelah kamu selesai berbicara dan memberi nasihat padanya, kasih ia waktu untuk berpikir. Ia juga perlu waktu sendiri untuk memahami apa yang terjadi terhadap dirinya dan juga nasihat yang kamu berikan. 

Jika beberapa hari kemudian kamu melihat adanya perubahan baik, beri ia semangat. Tunjukan apresiasimu atas perubahannya. Mungkin awal-awal ia masih belum terbiasa dan lupa, maka tugasmu adalah mengingatkan.

Nah, Sunners, selamat mencoba, ya!

 

Puja Sindia
Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave A Comment