WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Kenali 7 Mekanisme Pertahanan Diri Ketika Berada di Situasi Tidak Menyenangkan

Sunners, pernahkah kamu mengalami hari yang buruk? Misalnya, tugas sekolah yang menggunung, pertengkaran dengan teman, ditambah keributan keluarga di rumah.

Lantas, apa yang kamu lakukan? Menonton film, pergi jalan-jalan ke taman, atau meratapi nasib di pojok kamar?

Dalam menghadapi situasi negatif, diri kita otomatis akan membentuk mekanisme pertahanan diri. Mekanisme pertahanan diri adalah usaha seseorang dalam menangani rasa takut, cemas, khawatir, ataupun rasa tidak nyaman. Hal ini merupakan bagian alami dari perkembangan psikologis seseorang. Lalu apa saja bentuk pertahanan diri yang paling sering dilakukan? Simak 7 bentuk mekanisme pertahanan diri berikut sampai habis, ya!

  • Regresi

Ketika stres, merasa kesepian, atau dihadapkan oleh trauma, terkadang orang memilih kembali ke pola perilaku yang digunakan sebelumnya. Misalnya, kamu  stres karena pertengkaran orang tua. Untuk menghalau stres, kamu menonton animasi Upin Ipin atau Doraemon. Kamu kembali ke tontonan masa kecil yang membuatmu merasa bahagia.

  • Proyeksi

Saat dilanda emosi yang sulit diterima, kamu memproyeksikan perasaan tersebut kepada orang lain. Sebagai contoh, kamu merasa kurang cocok dengan temanmu, tetapi yang kamu yakinkan pada dirimu adalah teman itu yang tidak menyukaimu.

  • Agresi

Agresi adalah reaksi terhadap kekecewaan atau kegagalan dengan melakukan serangan kepada orang lain. Misalnya, kamu merasa kedua orang tuamu terlalu sibuk dan tidak peduli denganmu. Lalu kamu melampiaskan kekesalan dengan mengejek atau membully teman-temanmu.

  • Rasionalisasi

Tindak rasionalisasi adalah ketika kamu membenarkan perilaku dengan alasan yang masuk akal. Meskipun tahu yang kamu lakukan adalah kesalahan. Misalnya, kamu terlambat datang ke sekolah lalu beralasan karena belajar hingga larut malam.

  • Represi

Represi adalah tindakan mengubur perasaan cemas, khawatir, dan trauma jauh ke alam bawah sadar. Namun, tindak represi ini sewaktu-waktu dapat muncul dan memberi reaksi serius. Contohnya, seseorang yang pernah mengalami pelecehan seksual, dia mencoba melupakan kejadian itu. Setelah menikah dia menjadi takut untuk hubungan suami istri.

  • Sublimasi

Jika kamu melampiaskan kekesalan dengan berperilaku positif, artinya kamu melakukan sublimasi. Contohnya, kamu marah dengan teman yang meremehkan nilaimu, kamu melampiaskannya dengan belajar giat untuk membuktikan kepandaianmu di ujian selanjutnya.

  • Fantasi

Terakhir nih Sunners! Fantasi adalah bentuk pertahanan diri dengan cara berangan-angan tentang hal-hal menyenangkan saat menghadapi ketegangan. Misal, dari pada memikirkan ujian, kamu memilih merancang liburan akhir semester di kepalamu.

Nah, itu dia bentuk mekanisme pertahanan diri. Pertahanan diri mana yang paling sering kamu lakukan dalam menghadapi situasi yang tidak menyenangkan?

Hikmah Ovita-Universitas Negeri Jakarta

Leave A Comment