WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Pahami Hymen (Selaput Dara) & Keperawanan, Yuk!

Ini bukan tentang pornografi. Jauh dari pornoaksi. Ini adalah pengetahuan tentang anatomi manusia.

Tentang anatomi alat reproduksi wanita khususnya tentang hymen atau selaput dara. Selaput dara atau hymen adalah membran tipis yang menjadi pintu masuk vagina. Seorang wanita terlahir dengan bentuk hymen yang berbeda-beda, tetapi rata-rata bentuk hymen wanita itu seperti bulan sabit. Tidak semua wanita terlahir dengan hymen, bahkan ada juga wanita yang mempunyai hymen yang sama sekali tidak berlubang, atau biasa disebut hymen imperforata. Hymen imperforata merupakan suatu kelainan ringan yang cukup sering dijumpai. Pada dasarnya wanita yang memiliki hymen imperforata tidak akan bisa menstruasi karena hymen (selaput dara)-nya menutupi seluruh lubang vagina hingga darah menstruasi tidak bisa keluar. 

Banyak sekali yang mengaitkan utuhnya selaput dara dengan keperawanan. Apakah dari selaput dara dapat menentukan keperawanan? 

Keperawanan merupakan hal yang cukup sensitif untuk diperbincangkan, apalagi hubungannya dengan moral dan isu religius seseorang membuat keperawanan sangat sakral. Akibatnya, tidak banyak orang yang mengetahui konsep keperawanan yang sebenarnya. Masyarakat hanya mengetahui bahwa keperawanan selalu berhubungan dengan selaput dara, selaput dara yang rusak akan membuat seorang wanita disebut tidak lagi perawan. Banyak yang bilang kalau selaput dara yang robek hingga keluarnya darah ketika berhubungan seks pertama kali adalah tanda masih perawan. Padahal, ada penjelasan secara medis mengenai hubungan selaput dara dan konsep keperawanan yang ada. 

Pada umumnya hymen ini elastis, namun tingkat elastisitasnya tidaklah sama antara seorang wanita satu dengan wanita lainnya. Bahkan banyak wanita yang sudah melakukan hubungan seksual lebih dari satu kali tetapi hymen-nya tetap utuh dan tidak mengeluarkan darah sama sekali. Karena elastisitas hymen pada wanita itu berbeda-beda. Jadi, utuh atau tidaknya selaput dara tidak dapat menjadi patokan untuk keperawanan, atau menentukan apakah seorang wanita sudah pernah melakukan hubungan seksual. Ada berbagai faktor lain yang dapat menyebabkan selaput dara robek. Bisa karena kecelakaan, masturbasi, dan lain sebagainya. 

 

Hikmah Magfiroh Fajri | Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta

Leave A Comment