WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Gimana sih Penanganan Covid-19 di Berbagai Sekolah Negara Lain?

Di Malaysia, angka kasus COVID anak tahun 2021 (tahun berjalan) melonjak 25x lipat dari tahun 2020, dari 12.000 ke 310.000. Per tanggal 2 September 2021, ada 41 kematian COVID anak sementara tahun lalu hanya 6 kasus kematian COVID anak.

Tak hanya itu, gejala klinis yang tidak biasa pun dialami oleh anak-anak. Pada tanggal 8 September 2021, seorang dokter di Penang menyatakan bahwa dalam seminggu ada dua anak terjangkit COVID yang lumpuh setelah terinfeksi COVID-19. Salah satunya, seorang anak usia 4 tahun mengalami kejang-kejang seminggu setelah sembuh dari COVID-19. Tiga hari kemudian, orang tuanya melaporkan bahwa anaknya tidak bisa berjalan. Kedua anak itu sehat dan tidak mempunyai komorbid sebelum terjangkit COVID-19.

Yang perlu menjadi perhatian: Walaupun kasus kematian COVID pada anak rendah, persentase kematian COVID pada anak Indonesia 20x lebih tinggi dibandingkan dengan persentase kematian COVID anak di Malaysia.

Lalu apa solusinya? Syaratkan vaksinasi sebelum masuk sekolah.

Efek vaksinasi terhadap pembukaan sekolah di San Francisco

Per data 10 September 2021, sekolah di San Fransisco sudah buka selama tiga minggu dan tidak ada klaster penularan COVID di sekolah. Alasannya? 90% pelajar berusia 12+ tahun sudah divaksinasi. NPR melaporkan, kasus COVID anak dan remaja di San Francisco tetap di bawah 20% dari kasus harian dan sebagian besar bukan tertular di sekolah, sementara di Amerika Serikat kasus anak melebihi 20% dari total kasus harian.

Biro Kesehatan San Fransisco menegaskan bahwa vaksin adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi anak-anak. Apalagi karena sebagian besar kasus COVID anak berasal dari orang dewasa yang belum divaksinasi dan menularkannya ke anak-anak yang belum divaksinasi. 

Kesimpulannya…

Sebelum sekolah mulai dibuka, orang tua perlu menanyakan apakah pihak sekolah, guru, staf dan para satuan pendukung sudah divaksinasi lengkap. Demikian pula para pelajar SMP-SMA yang sudah bisa menerima vaksin COVID-19 sebaiknya divaksinasi terlebih dahulu sebelum kembali tatap muka.

Dan tentunya, perhatikan apakah sekolah sudah siap menegakkan protokol yang ketat di sekolah. Karena hanya perlu satu orang abai untuk memulai klaster penularan di sekolah.

Penulis : Rio Leonardo Nainggolan – SMAK Penabur Summarecon Bekasi

Leave A Comment