WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

FOMO (Fear of Missing Out) atau JOMO (Joy of Missing Out), Kamu Tim yang Mana?

Halo, Sunners! Apa yang kamu lakukan pagi hari ini?

Di antara kamu pasti ada yang langsung mengecek gawai ketika bangun tidur atau menikmati secangkir kopi sambil membaca buku. Setiap orang memiliki morning routine yang berbeda. Ada yang lebih suka bermain media sosial, ada pula yang lebih suka menghirup udara segar sambil berolahraga.

Ada hal yang perlu diwaspadai jika kamu merasa khawatir tanpa mengecek media sosial sejak pagi hari. Kebiasaan tersebut bisa menjadi pertanda bahwa kamu mengalami FOMO. FOMO atau Fear of Missing Out merupakan kecemasan akan ketertinggalan. Seseorang yang mengalami FOMO cenderung merasa gelisah jika kurang update, khususnya dalam kehidupan bermedia sosial. Selain itu, FOMO juga bisa dirasakan ketika seseorang melewatkan suatu pertemuan dengan kawan atau kerabatnya. Mereka akan merasa bahwa kehadirannya tidak diharapkan orang lain.

Umumnya, gejala FOMO muncul karena kebiasaan bermain media sosial. Media sosial menyajikan beragam informasi dan tren yang menarik. Sebenarnya pengguna media sosial tidak akan mengalami FOMO jika bisa menggunakannya dengan bijak. Kita terbiasa melihat kemewahan hidup orang lain melalui beberapa unggahannya, khususnya Instagram. Jika dibiarkan terus-menerus, FOMO bisa membahayakan kesehatan mental.

Lalu, bagaimana cara mengatasi FOMO?

FOMO bisa diatasi dengan mengurangi aktivitas di media sosial. Untuk menerapkannya, kamu bisa mencoba JOMO. JOMO (Joy of Missing Out) adalah kebalikan dari FOMO di mana seseorang merasa lebih bebas dan menikmati kehidupan seutuhnya, tanpa merasa khawatir ketinggalan update. Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menerapkan JOMO.

  • Membiasakan morning routine dengan hal yang bermanfaat, misalnya berolahraga, membaca buku, menyiram tanaman, atau minum secangkir kopi setelah sarapan. Kebiasaan bermain gawai sejak pagi akan membuat kita bermalas-malasan dan tidak produktif. Karena itu, mulailah menerapkan morning routine yang membuat tubuh lebih banyak bergerak.
  • Quality time dengan keluarga, seperti menonton acara kesukaan bersama. Tanpa disadari kita sering melewatkan waktu berharga dengan anggota keluarga karena terlalu sibuk menghabiskan waktu di media sosial. Keluarga merupakan orang pertama yang berada paling dekat dengan kita. Jadi, jangan sampai kamu melewatkan waktu yang berharga dengan anggota keluargamu ya, Sunners!
  • Berkunjung ke taman sekitar juga dapat membantumu untuk menikmati hari tanpa memikirkan kehidupan orang lain. Cobalah berjalan santai di sore hari tanpa membawa gawai. Nikmati sejuknya angin yang bertiup. Kamu akan menyadari bahwa hidup lebih nyaman jika kita bisa menikmati hal-hal kecil seperti menghirup udara segar.
  • Menonaktifkan akun media sosial. Media sosial memiliki fitur nonaktifkan akun sementara. Jika kamu merasa cukup berat menjalani hari tanpa berinteraksi di media sosial, buatlah jadwal bermain media sosial. Misalnya, jam 4 sore selama tidak lebih dari 20 menit. Setelah terbiasa menjalani hari tanpa kecanduan media sosial, kamu akan merasa lebih tenang dan tidak takut lagi ketinggalan update. Ketika sudah terbiasa dengan jadwal, kamu bisa coba menonaktifkan akunmu selama satu minggu. Menonaktifkan media sosial bukan berarti kamu menghilang dari pandangan orang-orang, kemudian dilupakan. Kamu hanya perlu memberi waktu dan ruang yang lebih nyaman untuk dirimu sendiri.

Itulah perbedaan antara FOMO (Fear of Missing Out) dengan JOMO (Joy of Missing Out). Kamu tim yang mana nih, Sunners? Jika kamu merasa mengalami FOMO selama ini, lebih baik istirahat sejenak dan mulailah menerapkah pola hidup JOMO. Selamat mencoba, Sunners!

(Hanan Afifah – Universitas Negeri Jakarta)

 

Leave A Comment