WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Fetish, Apa itu?

Bicara mengenai kesehatan seksual, terdapat beberapa gangguan yang banyak ditemui di masyarakat. Gangguan kesehatan seksual bisa berupa gangguan terhadap sistem organ seksual ada juga yang secara psikologis. Kali ini mimin akan bahas soal gangguan kesehatan seksual secara psikologis yaitu fetish.

Beberapa waktu lalu, kita dihebohkan dengan berita dari seseorang yang bernama Gilang karena melakukan pelecehan seksual dan memiliki fetish membungkus seseorang dengan kain jarik, salah satu fetish tidak biasa ya Sunners. Sebenarnya memiliki fetish itu sangat wajar, tetapi memang jika hal ini sudah melebihi batas wajar dan berujung menjadi sebuah kelainan maka akan disebut fetish disorder. 

Sebenarnya fetish itu apa sih?

Fetish adalah kondisi dimana seseorang merasakan gairah seksual atau ketertarikan pada objek-objek seperti benda mati atau organ tubuh selain bagian intim. Umumnya, objek fetish meliputi pakaian dalam, kaus kaki, baju yang berbahan kulit, dan lainnya. Sedangkan bagian tubuh yang biasanya terkait dengan gangguan fetishistic meliputi kaki, rambut, dan telinga. 

Seseorang yang memiliki gangguan ini biasanya akan memegang, menggosok, mencium atau mencicipi objek fetish untuk kepuasan seksual atau jika memiliki pasangan, biasanya mereka akan meminta pasangannya untuk memakai objek tersebut selama berhubungan seksual.

Seperti yang sudah mimin bilang, memiliki fetish sebenarnya wajar dalam kehidupan seksual manusia. Namum, obsesi yang berlebih terhadap fetish dapat menimbulkan kelainan ketika kondisinya sudah mengganggu fungsi seksual atau sosial yang normal atau juga ketika gairah seksual tidak muncul dengan objek selain yang memang menjadi fetish orang itu. Kondisi ini disebut fetish disorder. 

Mengutip artikel Psychology Today, DSM-5, fetish disorder ditandai sebagai kondisi ketergantungan yang terus menerus pada benda mati atau fokus pada bagian tubuh nongenital untuk mendapatkan gairah. 

Karena hal ini terjadi pada banyak orang, diagnosis untuk fetish ini hanya diberikan jika ada tekanan pribadi yang dirasakan atau benar-benar sudah mengganggu kehidupan sosial atau aspek lain sebagai akibat dari fetish ini. 

Gejala fetish

Menurut DSM-5 ciri-ciri seseorang yang mengalami fetish disorder ada tiga…

  • Pertama, dalam jangka waktu paling tidak enam bulan, pengidap kelainan ini memiliki fantasi, dorongan atau perilaku yang secara berulang-ulang dan intens membangkitkan gairah dengan melibatkan benda yang tidak hidup atau berfokus pada bagian-bagian tubuh nongenital. 
  • Kedua, seseorang pengidap kelainan ini juga akan mengalami masalah pada kehidupan sosial, pekerjaan maupun pribadi mereka akibat fantasi dan dorongan seksual terhadap fetish yang mereka miliki. 
  • Ketiga adalah dia memiliki objek fetish dengan benda atau pakaian yang tak biasa digunakan untuk menstimulus area genital.

Lalu apa sebenarnya penyebab seseorang memiliki fetish?

Faktornya banyak Sunners, sebagian orang ada yang percaya bahwa fetish bisa dilihat sejak masa pubertas, tetapi ada juga yang tidak. Analisis yang pernah dilakukan sebelumnya mengungkapkan bahwa seorang anak yang memiliki masa lalu menjadi korban dari perilaku seksual yang tidak pantas bisa saja meniru perilaku tersebut. Ia akan terpancing memiliki fetish pada objek tertentu dari pengalaman mereka.

Selain itu, analisis lain, menunjukkan orang-orang yang memiliki fetish mungkin saja telah kehilangan kontak seksual yang normal. Maka dari itu ia mencari kepuasan lain melalui cara yang bisa dibilang kurang dapat diterima secara sosial. 

Dalam kasus laki-laki seperti Gilang, beberapa ahli berpendapat, fetish bisa muncul karena adanya keraguan tentang kejantanan, atau ketakutan akan penolakan dari orang lain. Sehingga dengan melakukan kontrol penuh atas objek mati akan melindungi dirinya atau mengimbangi perasaan atas ketakutannya itu.

Jika dalam lingkunganmu entah itu kakak, adik, saudara atau mungkin dirimu sendiri merasa ada sesuatu yang tidak wajar karena memiliki fetish yang sudah melebihi batas normal, kalian bisa segera konsultasikan diri ke psikiater atau semacam. Selain kita tidak bisa memvonis secara asal, bisa saja ada fakta lain yang tidak kamu ketahui tentang fetishmu itu. Sangat mungkin juga terjadi, misal kamu mengklaim dirimu memiliki hair fetish, tetapi ternyata itu adalah hair pulling disorder atau bisa juga hanya ketertarikan biasa. Meskipun memiliki poin permasalahan yang hampir sama tetapi dari cara penanganan yang juga berbeda, untuk itu konsultasikan kepada ahlinya adalah jalan yang tepat untuk dilakukan. 

 

Mutia Azura Hersta | Politeknik Negeri Media Kreatif

Leave A Comment