WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Broken Home? Mari Melangkah Maju dan Bangun Hidupmu

Broken Home biasanya digunakan untuk menggambarkan keluarga yang hancur karena orang tua kita tidak lagi peduli dengan situasi dan situasi keluarga di rumah. Orang tua tidak lagi memperhatikan anaknya, baik itu masalah di rumah, sekolah, maupun perkembangan masyarakat kita di masyarakat. Namun demikian, broken family juga dapat diartikan sebagai situasi keluarga yang tidak harmonis, yang tidak berjalan seperti keluarga yang rukun, damai, dan sejahtera, karena sering terjadi kerusuhan dan perselisihan yang berujung pada pertengkaran dan berakhir dengan perceraian.

Keadaan ini berdampak besar, terutama pada psikologi seseorang. Mungkin karakternya telah menjadi suram, kesedihan dan rasa malu yang lama. Selain itu, mereka telah kehilangan kendali dan panutan dalam masa transisi menuju kedewasaan. Karena orang tua adalah panutan, panutan, panutan bagi perkembangan remaja, khususnya perkembangan psikologis dan emosional, maka kita membutuhkan mereka untuk memberikan bimbingan, kendali, dan perhatian yang cukup. Selain faktor lingkungan, sosial dan sosial, orang tua adalah salah satu faktor terpenting yang membentuk karakter kita.

Nah, bagi kita yang pernah mengalami broken home, bagaimana cara kita menghadapinya agar tetap merasa “baik” dan tidak menjadi pemalu dan minder, atau menghindari masalah dengan cara yang salah?

Padahal, jika kita masuk ke dalam situasi tidak nyaman ini, ada banyak cara yang bisa kita lakukan. Sulit dan tidak mudah pada awalnya, karena kami harus menghadapi situasi yang belum pernah kami temui sebelumnya. Namun, bukankah setiap masalah ada solusinya? Nah, berikut adalah beberapa cara ampuh untuk menangani situasi ini.


  • Belajar Untuk Menerima Kenyataan

Menghapus air mata. Perpisahan orang tua seharusnya tidak membuat kalian lemah. Menerima kenyataan memang sangat sulit, tetapi dengan hal ini, kalian akan menjadi lebih tangguh dan dewasa. Jangan menghindari masalah, tapi hadapi kenyataan, karena ini adalah cara untuk bertahan dalam hidup yang penuh kekecewaan.

  • Fokus Pada Impian dan Cita-Cita Kalian

Masa depan Anda adalah milik kalian. Oleh karena itu, ketika keluarga kalian hancur, semangat mengejar dan mewujudkan impian kalian tidak akan patah di hati kalian.

Jangan biarkan perceraian menjadi penghalang. Terus berjuang, terus berjuang, jangan menyerah. Buatlah mimpimu menjadi kenyataan. Karena hanya kalian yang dapat mencapai impian dan tujuan kalian. Tidak ada yang bisa melakukannya kecuali kalian.

  • Tetap Optimis

Tetap optimis dengan apa yang terjadi. Jangan menyalahkan orang tua dan diri sendiri atas apa yang telah terjadi.

  • Berpikir Positif

Peristiwa yang kalian alami selalu dilihat dari sisi positifnya. Biarkan semua ini menjadi proses belajar kalian menuju kedewasaan. Jauhkan pikiran negatif yang mungkin menempatkan kita di ambang kehancuran. Seperti penyalahgunaan narkoba, penyalahgunaan alkohol dan bahkan bunuh diri. Perceraian orang tua kalian bukanlah akhir, tetapi awal yang baru, mendorong kalian untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.

  • Mencoba Hal-Hal Yang Baru

Jangan terlalu lama bersedih, coba cari aktivitas yang menenangkan pikiran dan membuat kalian tidak terlalu memikirkan hal-hal buruk.

  • Selalu Bersyukur

Percayalah dan percaya bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan Anda dalam keadaan paling hancur dalam hidup kalian. Selalu berdoa padaNya dan bersyukur dalam hidup. Ingat, selama kalian percaya dan taat kepada Tuhan, berkat dan kuasa Tuhan tidak akan berhenti dalam hidupmu.

Leave A Comment