WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Apakah Sulit Mengekspresikan Perasaan Termasuk Penyakit Mental?

Dalam menjalani hidup, manusia pasti dihadapkan pada situasi yang membuatnya merasakan emosi. Baik itu senang, sedih, marah, takut, dan lain-lain. Pada titik tersebut, umumnya manusia akan mengekspresikan perasaan apa yang mereka rasakan. Namun ternyata ada sebuah kondisi dimana seseorang sulit untuk mengekspresikan emosinya. Kondisi itu disebut Alexithymia. Tak hanya sulit mengekspresikan emosinya, penderitanya juga kesulitan mengidentifikasi emosi yang ada pada dirinya maupun pada orang lain. Alexithymia sering dikaitkan atau bahkan muncul bersamaan dengan gangguan mental lainnya seperti depresi, PTSD, autisme, hingga skizofrenia. Penyebabnya pun belum dipahami secara pasti. Namun para ahli menduga bahwa Alexithymia ini pemicunya adalah faktor genetik, trauma masa kecil, serta penyakit fisik atau mental yang mempengaruhi fungsi tertentu pada otak penderitanya.

Perlu diketahui bahwa Alexithymia bukanlah penyakit ataupun gangguan mental, kondisinya bersifat subklinis, yang artinya ciri-cirinya tidak bisa disamakan dengan penyakit klinis seperti depresi, PTSD, gangguan bipolar dan sebagainya. Meski begitu Alexithymia ini tetap sebuah fenomena psikologis yang diakui keberadaannya.

 

Ciri Alexithymia

Untuk lebih mengenal Alexithymia, berikut ini merupakan ciri-ciri dari Alexithymia:

  • Tidak mampu menyampaikan perasaannya dengan baik.
  • Kesulitan mengenali emosi dan perasaan.
  • Kesulitan membedakan antara emosi dan respons tubuh terhadap emosi tersebut.
  • Memiliki cara berpikir yang sangat logis dan kaku tanpa menyertakan perasaan.
  • Kesulitan mengenali serta merespons emosi orang lain, termasuk ekspresi wajah dan nada bicara.
  • Tidak memiliki mekanisme pengalihan emosi yang baik saat menghadapi stres.
  • Jarang berimajinasi atau berfantasi.
  • Terkesan kaku, menjauhkan diri, tidak punya selera humor, dan cuek terhadap orang lain.
  • Merasa tidak puas akan hidupnya.

 

Cara Mengatasi Alexithymia

Untuk mengatasi Alexithymia perlu ditangani masalah psikologis yang menjadi pemicunya. Psikolog akan memberikan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan pasien atau kondisi lain yang mengiringi Alexithymia. Psikolog akan membantu Anda belajar mengenali emosi, karena ini merupakan masalah utama yang dialami orang-orang dengan Alexithymia. Penderita juga bisa menjalani terapi untuk memahami hubungan antara pikiran, emosi, dan respons yang penderita berikan. Terapi yang bisa terapkan adalah terapi perilaku kognitif, terapi kelompok, dan psikoterapi atau terapi bercerita.

 

 

Penulis: Conny Febrina – Institut Bisnis Nusantara

Leave A Comment